
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pemerintah Kecamatan Muara Badak telah menetapkan sejumlah program prioritas untuk tahun anggaran 2025. Fokus utama masih diarahkan pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik di wilayah tersebut.
Camat Muara Badak, Arpan, menjelaskan bahwa anggaran dari Pemerintah Daerah, khususnya dari APBD Kabupaten Kutai Kartanegara, akan difokuskan pada pengembangan fasilitas Rumah Sakit Muara Badak. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pesisir tersebut.
Selain pengembangan rumah sakit, dana dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), juga dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur vital.
"Anggaran dari OPD kita arahkan untuk proyek jalan dan jembatan berskala besar yang sangat dibutuhkan masyarakat," jelas Arpan saat dikonfirmasi Minggu (4/5/2025).
Tak hanya dari pemerintah daerah, pembangunan di Muara Badak juga didukung oleh pokok-pokok pikiran (pokir) dari anggota DPRD. Pokir ini biasanya direalisasikan melalui mekanisme penunjukan langsung, dan menyasar pembangunan fasilitas dasar di desa-desa, terutama jalan lingkungan dan jembatan kecil yang menghubungkan antarwilayah.
Arpan juga mengungkapkan bahwa selain pembangunan fisik, sejumlah program pelatihan akan dijalankan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Muara Badak. Program pelatihan ini melibatkan berbagai sektor, termasuk pemberdayaan masyarakat dan pelatihan teknis.
Saat ini, seluruh program pembangunan dan pelatihan masih dalam tahap persiapan. Arpan menyebut bahwa Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) untuk tahun 2025 telah selesai dan disahkan.
"DPA-nya sudah clear, tinggal kami menunggu pelaksanaan di lapangan," ujarnya.
Ia optimistis pelaksanaan program akan dimulai dalam waktu dekat, seiring dengan kesiapan teknis dan administratif yang terus dimatangkan. Kecamatan Muara Badak juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan waktu.
"Target kami adalah mempercepat pelaksanaan dan memastikan seluruh proyek berjalan sesuai jadwal. Harapannya, hasil pembangunan tahun depan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tutup Arpan. (adv/dri)