
(Plt. Kepala Disperkim Kukar M. Aidil)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan infrastruktur dasar.
Salah satu program utama tahun ini adalah pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 188 unit, sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang telah disetujui.
“Kami menargetkan pembangunan 188 unit RTLH tahun ini, meskipun sedang dilakukan efisiensi anggaran. Sebelumnya, kami telah membangun sekitar 2.045 unit rumah dari dana APBD maupun APBN melalui program BSPS,” ujar Plt. Kepala Disperkim Kukar M. Aidil Senin (28/4/2025).
Program RTLH ini merujuk pada data dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Namun demikian, usulan dari kecamatan tetap diterima, terutama untuk rumah-rumah dalam kondisi paling memprihatinkan. Data tersebut selanjutnya akan disinkronkan dengan Dinas Sosial agar mendapatkan penanganan.
Menanggapi maraknya kasus kebakaran, pihaknya juga tengah menyusun Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum pemberian bantuan bagi korban kebakaran.
“Meski belum ada anggaran khusus, kami sedang berdiskusi dengan BPKAD untuk penganggaran melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT) atau pos anggaran lainnya,” tambahnya.
Di sektor sanitasi, tahun lalu telah dibangun sekitar 1.000 unit MCK, dan tahun ini ditargetkan 400 unit tambahan. Program ini menyasar daerah yang memiliki kasus stunting, dengan harapan dapat memutus rantai penyebab stunting akibat sanitasi yang buruk.
Selain itu, pengadaan air bersih juga menjadi fokus utama. Tim khusus yang diketuai oleh Bappeda telah dibentuk untuk menjalankan program Sistem Pengelolaan Air Minum Pedesaan (SPAM). Proyek ini sudah berjalan di Desa Sedulang dan akan diperluas ke wilayah-wilayah lain seperti Mura Jawa Sambo Barat, Kota Bangun, dan Kedang Ipil.
“Harapan kami, semua program ini benar-benar bisa menjawab kebutuhan dasar masyarakat, termasuk air bersih, sanitasi, penerangan jalan umum, hingga pembangunan jalan lingkungan,” pungkasnya. (Dri/Adv)