• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPMD Kutai Kartanegara





TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Semangat inovasi dari desa-desa di Kutai Kartanegara (Kukar) kembali terlihat dalam ajang Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) tahun 2025. Dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Gubernur Kaltim, Bupati Kukar, serta Bupati Penajam Paser Utara tersebut, Kabupaten Kukar menampilkan sejumlah teknologi unggulan hasil kreasi masyarakat desa. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 29 April sampai dengan 2 Mei 2025.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa partisipasi Kukar dalam TTG merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan teknologi lokal berbasis kebutuhan masyarakat.

"TTG bukan sekadar lomba, tapi ajang menampilkan solusi riil dari masyarakat desa untuk menjawab tantangan sehari-hari," ungkapnya Jumat (2/5/2025).

Meski tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, Arianto memastikan proses penjurian terhadap seluruh inovasi Kukar berlangsung lancar pada hari Jumat. "Kami berharap Kukar bisa meraih hasil terbaik, namun yang terpenting adalah kontribusi dan semangat berinovasi dari warga desa itu sendiri," tambahnya.

Inovasi yang dikirim tahun ini dipilih melalui proses seleksi ketat yang dilakukan berdasarkan laporan dari kecamatan atau desa yang memiliki Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek). Tidak semua desa bisa langsung mendaftar, karena seleksi dilakukan langsung ke lokasi inovasi sesuai usulan lapangan.

Salah satu inovasi unggulan datang dari Desa Cipari Makmur yang memodifikasi hand tractor menjadi alat bajak sawah multifungsi. Alat ini dikembangkan agar proses pertanian menjadi lebih efisien dengan biaya operasional yang lebih ringan.

Desa Batuah juga menghadirkan gagasan sederhana tapi berdampak, yakni memanfaatkan drum bekas sebagai alat pengolahan sampah rumah tangga. Inovasi ini dinilai sangat cocok untuk diterapkan di lingkungan perdesaan yang masih kekurangan sarana pengelolaan limbah.

Dari sektor pangan, Desa Lung Anai memperkenalkan produk olahan cokelat lokal sebagai upaya mendorong ekonomi kreatif desa. Produk ini diharapkan bisa bersaing di pasar regional bahkan nasional, mengingat potensinya yang besar sebagai komoditas unggulan.

Gelar TTG menjadi momentum penting bagi DPMD Kukar untuk terus menggali dan memfasilitasi potensi desa. "Kami akan terus mendorong desa-desa untuk berinovasi, karena kemajuan teknologi harus dimulai dari tingkat lokal," pungkas Arianto. (DRI/ADVDPMDKUKAR)



Pasang Iklan
Top