• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



Plt. Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno.

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara terus menggalakkan upaya pencegahan akses anak terhadap konten berisiko seperti pornografi melalui edukasi dan sosialisasi yang melibatkan berbagai pihak.

Plt. Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno, menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Diskominfo untuk memberikan edukasi kepada pelajar dan masyarakat mengenai pentingnya media yang ramah anak.

"Kegiatan ini kami lakukan di sekolah-sekolah dan juga melalui kelompok masyarakat, terutama kepada para orang tua agar mereka bisa mendampingi anak-anaknya dalam menggunakan media," ujarnya.

Hero menambahkan, edukasi ini bertujuan agar anak-anak memahami bahwa konten berbahaya seperti pornografi dapat merugikan mereka secara fisik dan mental. Meski menghadapi tantangan efisiensi anggaran, DP3A Kukar tetap melanjutkan program-program tersebut dengan penyesuaian.

"Jumlah peserta dan narasumber dikurangi, bahkan kegiatan yang sebelumnya dilakukan di dua tempat kini hanya bisa dilakukan di satu lokasi."jelasnya.

DP3A Kukar juga menggandeng instansi lain seperti kejaksaan, kepolisian, serta psikolog dan praktisi dari KPAI untuk memperkuat edukasi hukum dan pembangunan mentalitas anak. Hero menyebutkan pentingnya menjangkau sektor publik secara lebih spesifik, termasuk memastikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

"Banyak gedung pemerintahan belum sepenuhnya inklusif. Misalnya, ada akses masuk untuk disabilitas, tapi tidak ada lift untuk ke lantai atas." tegasnya.

Ia menambahkan, dalam konteks pemilu, partisipasi kelompok muda masih rendah. “Partisipasi pemilu biasanya hanya 60–70%. Justru yang paling rajin hadir ke TPS adalah para manula dan kelompok rentan, termasuk disabilitas. Anak muda kadang lebih memilih main game daripada mencoblos,” ujarnya.

Hero menilai perlunya riset lebih lanjut untuk memahami karakteristik pemilih muda dan kelompok rentan. Ia menekankan pentingnya memilih dalam setiap pemilu.

"Kalau tidak ada calon yang baik, pilih yang cukup baik. Kalau tidak ada juga, perbaikilah partainya. Kita masih punya waktu untuk memperbaiki semuanya," pungkasnya. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top