
TENGGARONG (KutaiRaya.com) - SMPIT Nurul
Dalam program Jalasah Ruhyah, siswi putri diajak untuk merenung, berdzikir, membaca Al-Quran dan mendengarkan taujiah. Kegiatan ini dilaksanakan Kamis, 3 Oktober 2024 yang diikuti seluruh siswi dan ustadzah serta dikemas menarik dan menginspirasi hingga buka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah.
Sedangkan Malam Bina Iman dan Taqwa dilaksanakan Sabtu, 5 Oktober Masjid Agung Sultan Sulaiman menjadi momen spesial bagi siswa putra untuk memperdalam ilmu agama melalui ceramah, diskusi, dan kegiatan lainnya.
Kepala SMPIT Nurul
"Kadang kita melaksanakan diluar sekolah seperti di Masjid Agung, Masjid Sajid tapi lebih sering kita melaksanakan di dalam sekolah, kita ingin memperkenalkan kepada anak-anak nikmat beribadah itu ternyata enak, dan kita munculkan bahwa ibadah itu sangat enak dan menyenangkan. Kalau yang siswi perempuan itu biasanya agendanya puasa di hari Senin atau Kamis baru kita adakan buka puasa bersama, mereka sebelum berbuka kita hadirkan ustadz maupun ustadzah untuk menyampaikan tausiah, " ujar Ahmad Zainuddin, Kamis (10/10/2024).
Selain program itu lanjutnya, di SMPIT Nurul
"Untuk siswa-siswi kami banyak kegiatan yang tidak biasa dilakukan oleh sekolah lain pada umumnya, kalau kami berupaya memberikan pelayanan yang lebih kepada anak-anak berkaitan dengan program keagamaan, " tuturnya.
Ia mengungkapkan, untuk program rutin di sekolah kami setiap pagi ada pembiasan adab Islami dilaksanakan mulai pukul 06.45 wita sebelum masuk sekolah, ini menyambut anak-anak dengan budaya salam, sapa, sopan, santun, soleh solehah.
"Ini yang kita tanamkan karena kami yakin anak-anak ini dalam usia seperti ini butuh keteladanan, dan guru juga kita upayakan memberikan kebaikan-kebaikan itu kepada anak-anak supaya mereka terbiasa. Kemudian untuk lebih meningkatkan kualitas rohani anak-anak kita buat malam peningkatan spiritual siswa, " imbuhnya.
Ia menambahkan, program rutin selanjutnya setiap pekan dihari Jumat ada kegiatan Bina Pribadi Islam (BPI), dan ini anak-anak dikelompokkan untuk lebih mendekatkan mereka, jadi belajar agama tidak hanya dengan kita membaca buku atau mendengarkan tausyiah saja, tapi mereka juga ada olahraga bersama dan ada yang keliling rumah untuk silaturahmi agar mendekatkan hubungan antara orang tua dan sekolah.
"Harapan kita dalam kegiatan-kegiatan ini tentunya akan melahirkan generasi yang berakhlaq mulia, bagaimana visi kami mewujudkan sekolah yang Berakhlak Mulia, Cerdas, Berbudaya. Untuk berbudaya menjalankan kebaikan, budaya bersih, budaya sehat dan lain sebagainya, itu semua bermuara dari visi misi yang sudah kami susun secara bersama-sama oleh guru-guru, semoga visi misi ini terus bisa kita wujudkan, " pungkasnya. (One)