
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Sukses tidak selalu datang dengan mudah, dan hal ini dibuktikan oleh Novi Yanti, seorang pelaku UMKM di Tenggarong yang kini menjalankan usaha Roti Balok Jelawat. Dengan ciri khas rasa "lonak" di mulut dan hati, usahanya kini semakin dikenal dan banjir pesanan dari berbagai konsumen.
Novi Yanti memulai usaha Roti Balok Jelawat pada tahun 2015, yang kini berlokasi di Jalan Danau Aji, Gang Wakaf 2 Tenggarong. Produk unggulan dari usahanya adalah roti balok khas Kutai dan brownies "eneng" yang memiliki tekstur lebih lembut dan pas di lidah. Namun, perjalanan usahanya tidak dimulai dengan mudah.
"Kalau bicara soal cerita awalnya, memang menyedihkan," ungkap Novi Yanti, Selasa (27/8/2024).
Ia menjelaskan bahwa sebelum memulai usaha roti balok, keluarganya mengalami kebangkrutan dalam usaha sembako yang dijalankan di Jalan Stadion. Keadaan semakin sulit hingga mereka tidak memiliki modal untuk bangkit kembali. Namun, berkat bantuan seorang teman suaminya yang memberikan modal Rp100.000, mereka mulai merintis usaha roti balok dengan menitipkan produk di beberapa warung.
Meski penjualan awal tidak memuaskan, Novi Yanti tidak menyerah. Ia mendapatkan dukungan dari almarhum ibunya yang memiliki pengalaman dalam dunia kuliner. Dengan memadukan resep dari teman suaminya dan sentuhan khusus dari ibunya, terciptalah roti balok dengan tekstur lembut yang dikenal dengan sebutan "lonak di mulut, lonak di hati".
Saat ini, produk Roti Balok Jelawat semakin diminati, dan usaha Novi Yanti telah berkembang pesat. Selain roti balok, ia juga memproduksi brownies dan berbagai kue lainnya sesuai pesanan, termasuk snack box dan kue kering. Harga produknya pun bervariasi, mulai dari Rp1.500 per buah hingga Rp120.000 untuk kemasan premium.
Usaha Roti Balok Jelawat kini telah dikenal luas, bahkan menjadi oleh-oleh yang dibawa hingga ke luar negeri seperti Menara Eiffel di Paris dan Belanda.
"Pemasaran kami lebih banyak melalui media online seperti Facebook. Kami punya tim yang membantu promosi di sana dengan nama Roti Balok Jelawat Lopers," ujar Novi Yanti.
Dengan tekad yang kuat dan dukungan dari orang-orang terdekat, Novi Yanti berhasil mengubah kegagalan menjadi kesuksesan. Kini, Roti Balok Jelawat menjadi salah satu produk khas Kutai yang diingat oleh banyak orang karena cita rasanya yang khas dan lembut.
Sementara Plt Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah mendukung dengan adanya pelaku UMKM yang berhasil mengembangkan usahanya. Hal ini juga ikut memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi masyarakat.
"Intinya kami menyambut baik dengan banyaknya pelaku UMKM yang berhasil di Tenggarong seperti roti balok jelawat, dengan produk khas Kalimantan mampu bersaing dengan produk dari luar daerah."pungkasnya. (adv/dri)