• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Sekolah SMK Medika, Musmulyadi saat memberikan sambutan, Kamis (3/9/2026) malam.(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Ratusan pelajar mengikuti kegiatan SMK Medika Bersholawat Season 2 dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman parkir Samarinda Square, Jalan M. Yamin, Gunung Kelua, Samarinda Ulu, Kamis (3/9/2026) malam.

Kegiatan keagamaan tersebut menjadi agenda kedua yang dilaksanakan SMK Medika di lokasi yang sama. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar sekitar satu bulan lalu dengan melibatkan sekitar 700 siswa.

Kepala Sekolah SMK Medika, Musmulyadi menyampaikan, Bersholawat merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang melibatkan kerja sama SMK Medika dengan sejumlah pihak, termasuk Ramayana dan Gramedia.

Ia mengatakan, konsep kegiatan sengaja dibuat berbeda dari kegiatan keagamaan yang umumnya dilaksanakan di lingkungan sekolah maupun masjid. Dengan mengambil lokasi di kawasan pusat perbelanjaan, kegiatan dakwah diharapkan dapat menjangkau kalangan yang lebih luas.

Selain siswa SMK Medika, kegiatan tersebut juga diikuti pelajar SMP di Samarinda, guru hingga orang tua siswa.

“Ini SMK Medika Bersholawat Season 2. Bulan lalu kami juga mengadakan kegiatan serupa di tempat yang sama dan saat itu sekitar 700 siswa hadir. Kegiatan seperti ini memang kami rancang menjadi salah satu agenda yang melibatkan pelajar, guru maupun orang tua,” ujarnya.

Menurutnya, SMK Medika selama ini berupaya menyediakan ruang bagi siswa agar bisa mengembangkan berbagai potensi. Tidak hanya melalui kegiatan olahraga seperti futsal, bola voli, basket maupun tinju, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan.

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW kemudian dimanfaatkan memberikan ruang kepada generasi muda menampilkan potensi sekaligus memperkuat nilai keagamaan.

“Kami ingin memberikan panggung kepada anak-anak. Selama ini ada ruang untuk futsal, voli, basket hingga boxing. Pada momentum Maulid ini, generasi muda juga kami berikan tempat untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka melalui kegiatan keagamaan,” katanya.

Ia menambahkan, perbedaan pandangan mengenai pelaksanaan peringatan Maulid Nabi tidak perlu menjadi perdebatan. Hal yang lebih penting adalah bagaimana momentum tersebut digunakan agar menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan menerapkan keteladanannya dalam kehidupan.

“Intinya adalah bagaimana kita menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah. Allah mengutus Nabi Muhammad sebagai sosok mulia yang patut menjadi panutan dalam berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Idris, penceramah dalam kegiatan tersebut mengingatkan para pelajar, keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat diterapkan siapa pun, termasuk menjalankan peran sebagai siswa maupun tenaga pendidik.

Menurutnya, kedudukan Rasulullah sebagai teladan tidak ditetapkan lembaga maupun pemerintahan, melainkan telah ditegaskan dalam ajaran Islam.

“Mau menjadi guru ataupun pelajar, keteladanannya ada pada Rasulullah. Rasulullah sebagai uswatun hasanah itu bukan ketetapan dari Dinas Pendidikan, gubernur ataupun presiden, tetapi datang dari Allah SWT,” katanya.

Karena itu, generasi muda didorong terus mempelajari perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengapresiasi konsep pendidikan yang diterapkan SMK Medika. Menurutnya, pendidikan terhadap siswa seharusnya tidak sebatas memberikan pengetahuan dan teori di dalam ruang kelas, tetapi juga menyediakan kesempatan agar menggali potensi yang dimiliki setiap peserta didik.

“Bagi kami ini cukup unik dan bisa menjadi salah satu model. Anak-anak tidak hanya diberikan pengetahuan, teori maupun praktik di kelas, tetapi juga diajak keluar untuk menemukan dan mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ungkapnya.

Ia berharap, kegiatan SMK Medika Bersholawat dapat memberikan manfaat bagi siswa sekaligus menjadi amal kebaikan bagi seluruh keluarga besar sekolah dan orang tua.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini menjadi amal jariah bagi keluarga besar SMK Medika dan para orang tua. Yang terpenting, generasi muda harus memiliki rasa takut dan ketaatan kepada Allah SWT serta menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan,” pungkasnya. (*Yud)



Pasang Iklan
Top