
SMP Negeri 3 Tenggarong, Jumat (4/9/2026), (foto:Achmad Nizar/KutaiRaya).
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 3 Tenggarong dihentikan sementara selama sekolah menerapkan pembelajaran daring akibat kondisi kabut asap.
Penghentian distribusi MBG tersebut dilakukan karena murid mengikuti pembelajaran dari rumah.
Pihak sekolah menilai tidak efektif jika murid harus kembali ke sekolah hanya untuk mengambil makanan, sementara kegiatan belajar tetap dilakukan secara daring.
Koordinator MBG SMP Negeri 3 Tenggarong, Suprihatin mengatakan, distribusi MBG di sekolah lain masih berjalan, namun khusus SMPN 3 Tenggarong sementara diliburkan hingga 8 September 2026.
Ia menjelaskan penghentian sementara tersebut merupakan permintaan dari pihak sekolah.
Pengelola MBG tidak keberatan dengan keputusan itu selama sekolah mengajukan surat permohonan.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 3 Tenggarong, Inawati menerangkan murid tidak mempermasalahkan penghentian sementara MBG karena saat ini mereka belajar dari rumah.
"Tanggapan anak-anak biasa saja. Karena mereka belajar dari rumah, jadi mereka tidak kecewa atau bagaimana, biasa saja," tuturnya.
Menurutnya, keputusan ini juga mempertimbangkan pengalaman sebelumnya saat sekolah menerapkan pembelajaran dari rumah.
Ketika murid harus datang ke sekolah hanya untuk mengambil makanan MBG, sebagian besar murid justru tidak datang.
"Anak-anak kami biasanya kalau sudah berada di rumah, kemudian harus datang ke sekolah untuk mengambil MBG, mereka cenderung malas. Akhirnya, banyak makanan MBG yang tidak diambil," ujarnya.
Dari pengalaman tersebut, hanya sekitar 20 hingga 25 persen murid yang datang ke sekolah untuk mengambil MBG.
Sehingga sekolah memilih menghentikan sementara distribusi selama pembelajaran daring.
Meskipun demikian, makanan yang tidak diambil murid sebelumnya tidak langsung dikembalikan kepada SPPG.
Pihak sekolah mendata murid yang memang membutuhkan makanan tersebut untuk kemudian diberikan kepada mereka.
"Ada siswa-siswa kami yang memang kami tahu membutuhkan makanan tersebut. Jadi, kami panggil untuk datang ke sekolah dan mengambil lebih banyak untuk dibawa pulang ke rumah," katanya.
Ia menyebutkan pihak sekolah memiliki data murid yang membutuhkan bantuan tersebut di setiap kelas.
Dari total 30 kelas, sekolah telah memiliki pendataan sehingga makanan yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan.
Untuk sementara, penghentian distribusi MBG di SMPN 3 Tenggarong telah disepakati hingga 8 September 2026.
Jika pembelajaran daring diperpanjang, pihak sekolah akan kembali berkoordinasi untuk menentukan kebijakan selanjutnya.
"Nanti kepala sekolah dan pihak sekolah akan melakukan kesepakatan lagi. Yang pasti, sampai tanggal 8 sudah mendapat persetujuan," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengataka, pelaksanaan MBG tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah.
Menurutnya, penyaluran MBG tidak bisa disamaratakan karena setiap sekolah memiliki kondisi dan letak geografis yang berbeda.
Maka itu, kepala sekolah akan melakukan koordinasi terkait mekanisme penyaluran MBG sesuai kondisi di sekolah masing-masing.
"MBG itu nanti diatur oleh kepala sekolah dengan kondisi letak geografisnya masing-masing bagi sekolah yang mendapatkan MBG," ucapnya. (*Zar)