• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur




TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus mempercepat pelaksanaan kegiatan fisik, salah satunya adalah pembangunan dua pasar desa di Kukar, yaitu di Desa Bunga Jadi, Muara Kaman, dan Desa Perdana, Kembang Janggut.

Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Disperindag Kukar, Anwari Fitrah, menyampaikan bahwa tahapan lelang untuk pengerjaan pasar desa ini telah dilaksanakan melalui ULP, dan pemenang lelangnya sudah ditetapkan. Selanjutnya, penandatanganan kontrak dan pelaksanaan pembangunan pasar akan segera dilakukan.

"Pembangunan dan rehabilitasi pasar desa akan dimulai pada bulan Agustus 2024 dan diharapkan selesai pada Desember 2024," kata Anwari pada Senin (12/8/24).

Anwari menjelaskan bahwa pembangunan pasar desa ini telah memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan, termasuk kelengkapan data pedagang yang akan mengisi pasar serta status lahan yang sudah clear and clean. Selain itu, lokasi pasar juga strategis karena dekat dengan permukiman masyarakat.

Pengelolaan pasar desa ini nantinya akan dilakukan oleh pihak desa bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Diharapkan, pasar ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

"Pengerjaan pasar desa akan dilakukan pada triwulan kedua. Saat ini, proyek sudah memasuki tahap lelang fisik. Targetnya, pasar desa ini akan selesai pada tahun 2024, dan pada tahun 2025 sudah bisa difungsikan," tambahnya.

Anwari juga menambahkan bahwa setiap tahunnya ada banyak usulan pembangunan pasar desa dari berbagai desa, seperti Desa Rantau Hempang dan Desa Kelekat. Namun, tidak semua usulan dapat diakomodir oleh Disperindag. Prioritas diberikan kepada desa yang benar-benar membutuhkan dan sesuai dengan anggaran yang tersedia.

"Kami berharap, pembangunan pasar desa ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan adanya pasar, perputaran uang akan semakin cepat dan membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat," tutup Anwari. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top