
Kadisdikbud Kukar, Heriansyah, Senin (20/7/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Harapan ratusan murid SD Negeri 002 Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), untuk kembali belajar di ruang kelas yang layak mulai menemukan titik terang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memastikan pembangunan sekolah yang hangus dilalap api akan dipercepat menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) agar proses belajar mengajar tidak terganggu hingga berlarut-larut.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menegaskan kebakaran yang melanda sekolah tersebut merupakan kondisi darurat.
"Kita sekarang menargetkan agar pada anggaran perubahan ini sudah bisa dialokasikan. Bahkan saya sedang mengupayakan agar pembangunan sekolah tersebut menggunakan dana Belanja Tidak Terduga," ujarnya kepada KutaiRaya.com, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, penggunaan dana BTT dinilai tepat karena kebakaran merupakan bagian dari bencana yang membutuhkan penanganan segera.
"Kita memiliki dana BTT di APBD dan harapan kami dana itu bisa dialokasikan untuk membangun kembali sekolah tersebut. Ini tidak bisa kita tunda-tunda lagi. Kasihan anak-anak kita yang tidak bisa belajar dengan nyaman," katanya.
Ia telah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar serta Kepala Pelaksana BPBD Kukar untuk segera berkoordinasi agar proses pembangunan dapat segera direalisasikan.
"Target kami secepatnya bisa dilaksanakan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, memastikan proses belajar mengajar bagi murid SD Negeri 002 Purwajaya tetap berjalan meskipun sebagian besar gedung sekolah terbakar.
Sejak hari pertama pasca kebakaran, pihak sekolah langsung menerapkan langkah darurat agar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) maupun pembelajaran tidak terhenti.
"Bangunan yang masih bisa digunakan dimanfaatkan dengan sistem 2 shift," ujarnya.
Untuk sementara, murid dibagi berdasarkan jadwal belajar.
Kelas 1 mengikuti pembelajaran mulai pukul 07.30 hingga 10.00 WITA, kemudian dilanjutkan murid kelas 2 dan kelas 3 secara bergantian hingga sore hari dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih tersedia.
Selain itu, Disdikbud bersama Pemkab Kukar telah menggelar rapat koordinasi yang dipimpin Bupati dan Sekretaris Daerah untuk menentukan langkah percepatan penanganan.
"Dalam rapat disepakati bahwa kondisi ini masuk kategori mendesak sehingga penanganannya menggunakan Belanja Tidak Terduga," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, tim dari Disdikbud bersama Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan perhitungan kebutuhan pembangunan kembali gedung sekolah yang terbakar.
Di sisi lain, Disdikbud juga menyiapkan sejumlah alternatif apabila sistem pembelajaran bergilir dinilai kurang efektif.
"Kami sedang menginventarisasi kemungkinan memanfaatkan Balai Pertemuan Umum (BPU) atau menyewa bangunan yang dapat dijadikan ruang belajar sementara agar kegiatan belajar mengajar tetap optimal," katanya.
Tak hanya itu, seluruh proses administrasi juga akan dipercepat.
Disdikbud segera menyusun telaahan kepada Bupati mengenai dampak kebakaran, kebutuhan anggaran, serta langkah-langkah penanganan agar pembangunan bisa segera dimulai.
Musibah tersebut berdampak terhadap 196 murid yang terbagi dalam 7 rombongan belajar (rombel).
"Untuk sementara proses belajar tetap berjalan dengan sistem shift. Namun target kami pembangunan sekolah bisa dipercepat karena menggunakan dana BTT. Sebelum perubahan APBD, akan dilakukan pergeseran anggaran dari pos Belanja Tidak Terduga ke program pembangunan sekolah karena kondisi ini masuk kategori mendesak," ucapnya. (*Zar)