• Selasa, 21 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Stock Es batu kristal di penjual es batu di Sungai Kunjang. Senin (20/07/2026).(Foto:Abi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Cuaca panas yang melanda Kota Samarinda dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak pada meningkatnya permintaan air minum isi ulang dan es batu. Sejumlah depot air serta pelaku usaha penjualan es batu mengaku permintaan naik hingga 20 sampai 40 persen dibandingkan hari biasa, terutama pada siang hingga malam hari.

Pemilik salah satu depot air minum di kawasan Samarinda Ulu, Rudi, mengatakan peningkatan permintaan mulai terasa sejak intensitas hujan berkurang. Menurutnya, masyarakat membeli lebih banyak air galon untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di rumah maupun tempat kerja.

"Kalau cuaca panas seperti sekarang, penjualan memang meningkat. Dalam sehari biasanya sekitar 80 galon, sekarang bisa tembus lebih dari 100 galon. Kebanyakan pelanggan membeli untuk stok di rumah karena kebutuhan minum juga bertambah," ujarnya, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan, harga air galon isi ulang masih relatif stabil karena tidak ada kenaikan biaya produksi. Namun, tingginya permintaan membuat depot harus menambah persediaan air baku dan mempercepat distribusi kepada pelanggan.

"Kami belum menaikkan harga. Yang kami lakukan justru menambah stok dan mempercepat layanan agar pelanggan tidak menunggu terlalu lama," tambahnya.

Untuk kawasan Kecamatan Sungai Kunjang, harga air galon masih relatif stabil. Untuk air galon biasa berkisar Rp 7.000–Rp 8.000 per galon, sednagkan untuk depot yang menggunakan sistem RO (Reverse Osmosis) atau air mineral premium berkisar Rp8.000–Rp10.000.

Kondisi serupa juga dirasakan pelaku usaha penjualan es batu. Salah seorang pedagang es batu kristal di Kecamatan Sungai Kunjang, Hamzah, mengungkapkan permintaan dari pedagang minuman, warung makan, hingga pelaku UMKM meningkat cukup signifikan.

"Kalau hari biasa paling habis sekitar 50 kantong (berat bervariatif, mulai dari 1Kg hingga 2Kg). Sekarang bisa lebih dari 50 kantong sehari. Yang paling banyak beli pedagang es teh, jus, dan minuman kekinian. Kemarin paling banyak sehari 70 kantong (5Kg)" katanya.

Meski permintaan meningkat, menurutnya harga es batu belum mengalami kenaikan yang signifikan. Beberapa pemasok masih mempertahankan harga lama, meski biaya distribusi mulai bertambah.

"Harga masih kami pertahankan supaya pelanggan tetap nyaman. Kalau cuaca panas terus berlangsung, kemungkinan permintaan akan terus naik," ucapnya.

Untuk kisaran harga, es batu kristal tergolong masih normal. Untuk 1 kg es batu kristal di banderol dengan harga Rp2.500–Rp4.000. Untuk 2 kg diangka Rp5.000–Rp7.000, sedangkan 5 kg berkisar Rp10.000–Rp15.000 dan untuk 10 kg diangka Rp18.000–Rp25.000. (*Abi)



Pasang Iklan
Top