• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Rindoni

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Usaha kopi luwak Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, kini telah merambah pasar internasional. Usaha yang dikembangkan oleh Rindoni ini sukses mengangkat produk lokal ke luar daerah, dengan dukungan dari berbagai pihak.

Produk kopi luwak liberika asal Desa Perangat Baru sering mengikuti event nasional. Terakhir, kopinya dicoba langsung oleh Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming di acara APKASI di Jakarta beberapa waktu lalu.

Owner Kampung Kopi Luwak Desa Perangat Baru (Kapak Prabu), Rindoni, menyatakan bahwa pemasaran kopi luwak sangat luas. "Kemarin kami didatangi oleh distributor sagu dari Italia yang siap membantu jika ada kebutuhan terkait kopi," ungkap Rindoni, Senin (5/8/24).

Selain itu, Internasional Summer School dengan peserta dari enam negara dan 60 mahasiswa juga tertarik membantu mempromosikan kopi asal Kaltim. Kunjungan dari New Zealand dan Belanda juga menunjukkan minat internasional yang tinggi.

Rindoni menekankan pentingnya kualitas dalam setiap tahap produksi, mulai dari pengambilan kopi merah, penggunaan alat-alat seperti heler dan filter yang sudah disiapkan, hingga proses rosting yang kini menggunakan panel modern. Bahkan kopi yang tidak dimakan oleh luwak diolah menjadi hane process, natural process, dan washed process untuk dijual di coffee shop.

Dukungan dari pemerintah sangat luar biasa, termasuk fasilitasi dari Disbun untuk mengikuti kegiatan pasar ekspor ke mancanegara di Hotel Mercure Samarinda sejak 1 Agustus. Disperindag juga mendukung dengan melibatkan Kapak Prabu dalam event dan pameran, serta memfasilitasi business matching di Kediri untuk meningkatkan promosi kopi Kaltim.

"Kami berharap dengan dukungan dari semua pihak, kopi luwak Desa Perangat Baru semakin dikenal luas dan banyak yang berminat membeli produk kami," ujar Rindoni.

Sementara Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, sangat mendukung usaha Kapak Prabu ini, karena kopi luwak merupakan salah satu keunggulan Kukar yang mampu memikat konsumen dari berbagai daerah, bahkan luar negeri.

"Bentuk dukungan dari Disperindag cukup banyak, salah satunya melibatkan Kapak Prabu dalam setiap event dan pameran untuk membantu mempromosikan produk asal Kukar agar lebih dikenal," ujarnya.

Ia berharap Kapak Prabu bisa menjadi motivasi bagi daerah lain di Kukar untuk mengembangkan produk kopi, karena kopi dari Kukar memiliki rasa yang berbeda dan pangsa pasarnya masih sangat luas. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top