
(Dandim 0906 Kukar, CZI Damai Adi Setiawan)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-122 tahun 2024 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bakal dilaksanakan di Kecamatan Tenggarong Seberang. Kegiatan tersebut akan dimulai pada Oktober 2024 mendatang.
Dandim 0906 Kukar, CZI Damai Adi Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan TMMD ini merupakan kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah sebagai upaya percepatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya dalam bidang pertanian.
"TMMD ke-122 akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2024. Tempat pelaksanaannya di Kecamatan Tenggarong Seberang. Pra TMMD akan dimulai pada bulan September," jelas Damai pada Kamis (11/7/24).
Ia mengungkapkan bahwa sasaran program TMMD ini mencakup sasaran pokok dan utama, baik fisik maupun nonfisik, seperti perbaikan jalan usaha tani. Program ini juga akan disinkronkan dengan program unggulan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), termasuk penanaman pohon, pengentasan stunting, pemberian santunan, pembangunan MCK dan air bersih, serta perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
"Kami akan berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengembangkan pertanian. Ketahanan pangan menjadi fokus dari Kasad. Kami akan membangun jalan usaha tani dan sumur bor khusus untuk pertanian," ujarnya.
Damai menambahkan bahwa Kabupaten Kukar merupakan daerah penyangga bagi Ibu Kota Negara (IKN). Bupati Kukar sangat fokus agar Kukar dapat berperan aktif dalam mendukung IKN, salah satunya dengan mensuplai kebutuhan pangan bagi IKN dan Kalimantan Timur secara keseluruhan.
"Saat ini, banyak pangan atau beras yang masih didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Harapannya, dengan meningkatkan produksi pertanian, Kukar bisa menjadi lumbung pangan bagi IKN," ungkapnya.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian dengan membangun infrastruktur seperti jalan usaha tani dan sumur bor. Selama ini, kendala utama bagi para petani adalah ketergantungan pada lahan tadah hujan. Dengan adanya sumur bor, para petani bisa meningkatkan frekuensi panen dari satu kali per tahun menjadi dua hingga tiga kali per tahun.
"Program ini akan menjadi langkah awal untuk meningkatkan produksi pertanian di Kukar," tutupnya. (Dri)