• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur





TENGGARONG, (KutaiRaya.com) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memberikan apresiasi kepada Festival Budaya Kutai Adat Lawas Nutuk Beham yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, pada tanggal 17 - 19 Mei 2024. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, menyatakan bahwa Nutuk Beham merupakan salah satu adat istiadat dan kebudayaan yang ada di Kutai Kartanegara. "Nutuk Beham" adalah tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun sebagai kearifan lokal masyarakat Kutai Adat Lawas di Desa Kedang Ipil.

"Tujuan dari upacara sakral Nutuk Beham adalah komunikasi antara pemamang kepada leluhur atas panen yang sudah dihasilkan serta ungkapan syukur masyarakat Suku Kutai Adat Lawas sekaligus bentuk harapan untuk keberhasilan panen di tahun-tahun mendatang," ungkapnya.

Ia mengungkapkan dalam upaya pelestarian budaya yang berkelanjutan, Pemkab Kukar sangat mendukung pelaksanaan kegiatan yang bernuansa seni budaya dan adat istiadat khas Kukar. Pemkab Kukar tidak hanya memiliki kekayaan budaya tak benda, tetapi juga peninggalan berupa benda kuno dan keterampilan dalam membuat kerajinan yang diturunkan secara turun-temurun.

"Saya berharap kita semua senantiasa menjaga dan melestarikan kebudayaan peninggalan leluhur, memaknai nilai-nilai murni yang terkandung di dalamnya sebagai pelajaran berharga. Dengan keragaman budaya yang kita punya, saya berharap menjadikan kita orang-orang yang nasionalis, memiliki rasa toleransi serta rasa empati dari masyarakat,"ungkapnya.

Ia juga berharap upacara-upacara budaya seperti ini akan terus dilaksanakan dengan lebih baik, lebih meriah, dipromosikan, dan dikemas dengan lebih menarik lagi, sehingga para penonton yang hadir dapat menyaksikan kegiatan ini dengan tertib.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengatakan bahwa Disdikbud melihat festival ini dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang ada dan peduli. Disdikbud Kukar mendukung pendanaan serta pelatihan dan bimtek ke depannya.

"Festival ini sudah mendapat sertifikasi. Untuk publikasi kegiatan ini, kita tidak terlepas dari media yang memberitakan. Kita juga memiliki program workshop bemamang yang tinggal dua orang di Kedang Ipil ini. Dan itu sudah sepuh. Kita ingin membangun regenerasi dengan melaksanakan workshop agar anak muda cenderung ke seni dan budaya," ungkapnya.

Ia berharap festival ini akan terus dievaluasi dan dipublikasikan agar masyarakat luas mengetahuinya. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top