• Jum'at, 10 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur




TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Sudah hampir tiga pekan harga beras di Tenggarong melambung tinggi. Hal ini membuat para pedagang dan pedagang warung makan mengeluhkan kenaikan ini. Sampai hari ini harga beras terus mengalami kenaikan mulai dari Rp 17.000 - Rp 18.000 per kilogramnya.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Tenggarong Nona mengaku bahwa harga beras semakin naik, dan harga dari distributor juga sudah tinggi. Biasanya harga beras premium 5 kilogram dijual dengan harga Rp 65.000 - Rp 70.000. Hari ini sudah sampai Rp 85.000 - Rp 90.000.

"Kenaikan ini sudah terjadi sejak tiga mingguan. Kami mendapatkan beras dari Supplier dari Samarinda, beras dari Jawa. Yang dari Sulawesi lebih mahal lagi, jadi kami tidak berani ambil. Dan sejak beras naik kami tidak berani jual kiloan, dulu Rp 15.000 per kilo, sekarang pasti meningkat tinggi. Jadi kami memilih jual karungan 5 kg saja."kata Nona Senin (26/2/24).

Sementara Wiwid, pedagang warung makan di Tenggarong mengungkapkan bahwa kenaikan ini sangat berpengaruh bagi penjualan. Karena beras salah satu bahan baku dalam jualan makanan. Saat ini Beras Putri Borneo 25 kg yang dipakai, harganya Rp 400.000 per karung.

"Kami lebih milih 25 kg karena yang kiloan Rp 17.000 lebih mahal. Harga beras 25 kg biasanya Rp 370.000 naik. Pengaruhnya jualan sepi, porsi yang dijual jadi sedikit tiap harinya karena tanggal tua. Tapi porsi per bungkus tetap sama." ujarnya.

Terpisah, Sekertaris Disperindag Kukar Sayid Fathullah mengatakan bahwa kenaikan harga beras ini biasanya terjadi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. Fenomena ini terjadi setiap tahun dan memengaruhi kenaikan harga antara permintaan dan penawaran.

Meskipun stok beras tidak kosong, namun kebutuhan masyarakat meningkat menjelang hari-hari besar. Disperindag Kukar telah melakukan operasi pasar sebagai upaya antisipasi untuk mengatasi kenaikan harga beras ini.

"Kita juga tiap tahun selalu mengadakan operasi pasar itu kan sudah terganda sejak tahun-tahun sebelumnya pasti dan itu sudah kita antisipasi menggunakan operasi pasar bekerja sama dengan beberapa OPD dengan ketahanan pangan dengan Dinas Pertanian." tutupnya. (dri)



Pasang Iklan
Top