
Reruntuhan tiga rumah panggung yang berlokasi di RT 09 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota ambruk diterjang gelombang pasang, pada hari Jumat (10/7/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Dalam hitungan detik, tiga rumah panggung yang berlokasi di RT 09 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota ambruk diterjang gelombang pasang yang mengakibatkan rutuh ke laut. Di tengah kepanikan itu, firasat seorang penghuni menjadi penyelamat 10 nyawa.
Peristiwa yang terjadi pada hari Jumat (10/7/2026).sekitar pukul 04.56 Wita itu merobohkan tiga rumah milik keluarga Misnan-Zainah, Syamsudin-Suriyani Ningsih, serta Hendra-Mustika Sari. Satu rumah lainnya turut terdampak. Meski kerusakan yang ditimbulkan sangat parah, seluruh penghuni berhasil selamat dan hanya mengalami luka ringan.
Suriyani Ningsih atau yang akrab disapa Atun mengaku sudah merasakan ada yang tidak beres sejak sekitar pukul 03.00 Wita. Tiang penyangga rumah mulai bergeser akibat dihantam ombak yang terus membesar.
Merasa kondisi rumah semakin berbahaya, ia segera meminta adiknya mengeluarkan sepeda motor yang masih tersimpan di dalam rumah. Setelah itu, keluarga mulai memindahkan sejumlah barang penting ke bagian dapur.
Di tengah upaya menyelamatkan barang-barang, terdengar suara retakan keras dari rumah kakaknya yang berada tepat di samping. "Awalnya rumah kakak saya sudah bunyi
Tak lama kemudian, azan Subuh berkumandang. Sesaat setelah itu, seluruh bangunan runtuh ke laut.
Sebanyak 10 orang yang berada di ruang tamu seketika tercebur ke air laut dengan kedalaman mencapai leher orang dewasa. Mereka harus bertahan di tengah ombak yang diperkirakan setinggi tiga meter.
Beruntung, atap rumah tidak langsung roboh menimpa para penghuni sehingga mereka masih memiliki ruang untuk menyelamatkan diri.
"Untung atap rumah tidak langsung jatuh, jadi kami masih bisa keluar. Kami semua sudah berada di air laut," ujarnya.
Meski nyaris kehilangan nyawa, Atun bersyukur seluruh anggota keluarganya berhasil selamat.
"Alhamdulillah semua selamat. Orang tua, saudara, semuanya selamat. Hanya luka ringan karena terkena paku, papan, dan seng saat menyelamatkan anak-anak," katanya.
Sementara itu, Ketua RT 09 Kelurahan Klandasan Ulu, Sukandar, mengatakan tiga rumah mengalami kerusakan total, sedangkan satu rumah lainnya ikut terdampak dan dinilai sudah tidak layak dihuni.
Menurutnya, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah logistik, pakaian, serta tempat tinggal sementara bagi para korban. Sebagian besar harta benda warga hanyut atau rusak diterjang air laut.
Selain itu, di lokasi terdapat anak-anak usia sekolah dan dua balita yang membutuhkan perhatian khusus karena kehilangan pakaian dan perlengkapan sehari-hari.
Meski kerugian material diperkirakan cukup besar, Sukandar memastikan peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. "Alhamdulillah, semua korban selamat. Hanya ada beberapa yang mengalami luka ringan," ucapnya. (Las)