
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kutai Kartanegara (Kukar), Shafik Avicenna, telah menetapkan target pengumpulan Zakat Infaq Sedekah (ZIS) sebesar Rp 5 miliar pada tahun 2024, mengingat potensi penerimaan yang cukup besar.
Menurut Shafik Avicenna, target kinerja Baznas di tahun 2024 terdiri dari dua bagian utama. Pertama, target penerimaan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) sebesar Rp 5 miliar, sesuai dengan penandatanganan perjanjian kerja dengan Pemerintah Kabupaten Kukar.
"Jadi target tahun ini ada Rp 5 miliar untuk penerimaan ZIS. Kalau kami bandingkan dengan tahun 2023 itu penerimaan ZIS dari Kabupaten sudah Rp 2,9 miliar. Kemudian kami ada titipan penyaluran dari baznas provinsi sekitar Rp 700 juta. Jadi tahun lalu kami sudah sampai penerimaan itu sudah Rp 3,6 miliar untuk total semuanya. Makannya untuk tahun 2024 ditingkatkan menjadi Rp 5 miliar." ungkapnya.
Kedua, terkait pendistribusian dan pendayagunaan dana yang berasal dari ZIS dan Bantuan Kesejahteraan Sosial (BKS). Baznas akan menjadi salah satu bagian yang berkolaborasi dengan pemkab Kukar dalam program pengentasan kemiskinan, dengan target bantuan yang meliputi bidang pendidikan, sandang pangan, pembangunan rumah layak huni, pemberdayaan UMKM, dan beasiswa.
"Pendistribusian dan pendayagunaan dana tersebut akan melibatkan kolaborasi dengan berbagai instansi terkait dan berdasarkan asas kewilayahan dan pemerataan. Kami akan mengacu pada Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan (RBPK) yang ada di Bappeda sebagai prioritas dalam menyalurkan bantuan."jelasnya.
Baznas juga bekerja sama dengan berbagai dinas terkait untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang tercatat dalam data kemiskinan (DTKS) atau yang berhak menerima bantuan, tetapi belum tercatat dalam sistem resmi. Baznas melakukan rekomendasi dan mencover bantuan bagi mereka yang membutuhkan.
"Dengan demikian, tugas Baznas mencakup dua aspek utama, yaitu penerimaan dan penyaluran dana bantuan, termasuk dalam rangka membantu pengentasan kemiskinan dan kebakaran yang terjadi di Kukar."tutupnya. (dri)