• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Salah satu kegiatan pelatihan barbershop di Lapas Kelas IIA Tenggarong)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Salah satu upaya dalam memberikan layanan pembinaan kepada Warga Binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong telah memberikan kegiatan pelatihan pembinaan kemandirian sejak 8 Maret 2021 lalu dengan 10 macam kegiatan pelatihan untuk warga binaan.

Setelah sukses menggelar dua kegiatan pembinaan kemandirian sebelumnya yakni barista kopi dan pembuatan Roti O, kali ini giliran 12 warga binaan dilatih pembinaan kemandirian barbershop mulai Senin 22 Maret 2021 hingga 26 Maret 2021.

"Kegiatan barbershop ini kita bekerja sama dengan Rika Hair Salon&Barbershop berlangsung di Lapangan komplek Lapas dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan," ungkap Kalapas Tenggarong Agus Dwirijanto, Kamis (25/03/2021).

Menurut Agus Dwirijanto, bahwa seluruh rangkaian program pembinaan baik itu kerohanian, kepribadian dan kemandirian bertujuan untuk pulihnya hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan warga binaan.

Terpisah, salah satu warga binaan yang mengikuti pelatihan barbershop Darmawan mengaku, senang tahun ini dirinya berkesempatan kembali menambah keterampilannya sekaligus semakin mengasah kemampuan ia dalam bidang barbershop, yang merupakan tahun kedua baginya dimana pada tahun 2020 pernah ia ikuti pelatihan yang serupa.

"Alhamdulillah, saya merasa senang bisa ikuti pelatihan ini lagi, bukan senang karena di lapas tapi senang masih diberikan kesempatan untuk ikuti pelatihan ini," ujar Wawan sapaan akrabnya.

Dengan perawakan sedang dengan gaya yang sedikit gemulai, tak menyurutkan semangat dan tekadnya untuk tetap aktif dalam kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Tenggarong, termasuk dalam mengikuti kegiatan pelatihan barbershop yang diadakan oleh seksi kegiatan kerja Lapas Tenggarong.

"Keseharian saya di dalam lapas, saya bekerja di barbershop yang tersedia sejak tahun 2018. Saya menjalani aktivitas tersebut dengan penuh kesabaran sembari menunggu masa pembebasan bersyarat yang dalam proses pengajuan diperkirakan bebas pada Oktober 2021," katanya.

Anak keempat dari lima bersaudara ini mempunyai impian, jika bebas kelak akan membuka usaha barbershop, dan kejadian yang dialami sehingga menyebabkan menjadi warga binaan akan menjadi pelajaran paling berharga dalam hidupnya.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Tenggarong, Zairin Zain menambahkan, selama menjalani pidananya di lapas tenggarong, Wawan salah satu warga binaan yang aktif dalam mengikuti program pembinaan khususnya pembinaan kemandirian. Hal ini dibuktikan dengan diangkatnya ia sebagai pekerja bengkel kerja dalam bidang barbershop.

"Wawan itu salah satu warga binaan aktif dalam program pembinaan, itu sebabnya alasan saya mengajukan ia untuk diangkat sebagai pekerja bengkel kerja,"ungkap Zairin Zain

"Saya juga berharap pelatihan kemandirian yang diberikan salah satunya Barbershop ini nantinya akan menjadi bekal pengetahuan dan semoga akan menjadi modal untuk membuka usaha bagi warga binaan setelah bebas dari menjalani masa pidana di Lapas Tenggarong," harapnya. (One)



Pasang Iklan
Top