• Senin, 09 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Kutai Kartanegara



Sekretaris Daerah Kukar Sunggono (Dok. Andri/kutairaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat kualitas pendidikan keagamaan melalui program Terima Kasih Guru Ngajiku. Program yang menjadi bagian dari Misi Keempat Kukar Idaman Terbaik tersebut tidak hanya bertujuan memberikan apresiasi atas pengabdian guru mengaji, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga pengajar Al-Qur’an di seluruh wilayah Kukar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan sertifikasi menjadi salah satu persyaratan penting dalam menentukan guru mengaji yang berhak menerima insentif. Melalui mekanisme tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan bantuan diberikan kepada tenaga pengajar yang memenuhi kualifikasi dan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Guru ngaji yang telah memenuhi persyaratan dan kualifikasi yang ditetapkan akan diberikan insentif. Dengan demikian, penyalurannya diharapkan tepat sasaran,” ujarnya, Jumat (6/11/2026).

Untuk mendukung pelaksanaan program, Pemkab Kukar telah menjalin kerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) kabupaten/kota se-Kalimantan Timur dalam penyelenggaraan sertifikasi guru mengaji.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat proses pembinaan sekaligus memastikan tenaga pengajar memiliki kemampuan sesuai standar yang dibutuhkan.

Sunggono juga mengapresiasi dukungan pengurus LPTQ tingkat kecamatan serta seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga sangat diperlukan agar peningkatan kualitas guru mengaji dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau seluruh kecamatan di Kukar.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Fathul Alamin, mengungkapkan sekitar 500 guru mengaji telah mengikuti proses sertifikasi. Namun, jumlah tersebut masih akan terus ditingkatkan karena berdasarkan data Kementerian Agama, terdapat lebih dari 2.000 guru mengaji di Kabupaten Kukar.

“Kami juga menyiapkan langkah jemput bola bagi guru mengaji yang telah lama mengabdi dan memiliki banyak murid, tetapi belum tersertifikasi. Mereka akan difasilitasi untuk mengikuti proses sertifikasi agar memiliki kesempatan memenuhi persyaratan sebagai calon penerima insentif,” jelasnya.

Pembinaan dan sertifikasi guru mengaji sebelumnya telah dimulai dari Kecamatan Samboja, kemudian dilanjutkan secara bertahap ke kecamatan lainnya. Dalam proses tersebut, pengurus LPTQ tingkat kecamatan turut membantu pendataan peserta sekaligus memfasilitasi kegiatan pembinaan agar pelaksanaannya berjalan lebih efektif.

Terkait pemberian insentif, program Terima Kasih Guru Ngajiku direncanakan mulai direalisasikan pada 2027 melalui skema RT-Ku Terbaik. Besaran bantuan masih dalam tahap pembahasan, dengan perkiraan sementara berkisar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu per bulan.

Sementara itu, regulasi dan mekanisme penyaluran sedang disiapkan bersama perangkat daerah terkait.

Melalui program ini, Pemkab Kukar berharap peningkatan kesejahteraan dapat berjalan beriringan dengan penguatan kualitas tenaga pengajar Al-Qur’an. Pemerintah daerah juga ingin memastikan pengabdian guru mengaji mendapatkan perhatian dan penghargaan yang layak.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan keagamaan, menanamkan nilai-nilai Islam, serta membangun karakter generasi muda sejak dini melalui pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan masyarakat. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top