• Sabtu, 07 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Taman Gubang, Desa Loa Ulung.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Keberadaan Taman Gubang sebagai destinasi wisata yang dikelola swasta turut menambah pilihan rekreasi masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Mengandalkan panorama danau serta wisata susur air menggunakan perahu tradisional atau gubang, destinasi ini mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim).

Bahkan, saat memasuki musim libur sekolah, jumlah kunjungan wisatawan ke Taman Gubang mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 500 persen dibandingkan hari biasa.
Pengelola Taman Gubang, Ahmadi, mengatakan momentum libur sekolah menjadi salah satu periode yang paling dinantikan karena tingginya antusiasme masyarakat untuk berwisata.

“Kalau hari biasa, kunjungan wisata hanya sekitar 20 hingga 40 orang. Namun, ketika musim liburan tiba, jumlah pengunjung bisa membeludak,” ungkap Ahmadi Sabtu (7/11/2026).

Ia menjelaskan, Taman Gubang menawarkan pengalaman menikmati keindahan danau dengan berkeliling menggunakan gubang. Fasilitas tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam bersama keluarga maupun rombongan.

Untuk menikmati wisata susur danau tersebut, pengunjung cukup membayar Rp100 ribu untuk menyewa satu gubang dengan kapasitas enam hingga delapan orang. Sementara itu, tiket masuk kawasan wisata dibanderol Rp10 ribu per orang.

Menurut Ahmadi, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Kecamatan Tenggarong, tetapi juga berbagai kecamatan di Kukar hingga sejumlah kabupaten dan kota di Kaltim.

“Kami sangat senang karena wisata ini semakin dikenal di Kaltim, meskipun lokasinya berada di ujung pedesaan,” ujarnya.

Dari aktivitas wisata tersebut, Taman Gubang mampu menghasilkan omzet kotor sekitar Rp20 juta hingga Rp25 juta per bulan. Capaian ini menjadi potensi ekonomi tersendiri bagi pengembangan usaha wisata yang dikelola secara mandiri tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Muhammad Sadli, menjelaskan bahwa Taman Gubang merupakan objek wisata milik pribadi yang pengelolaannya berada di bawah pihak swasta, bukan aset Pemerintah Kabupaten Kukar.

Menurutnya, destinasi wisata tersebut memiliki potensi untuk mendukung perkembangan pariwisata daerah, terutama karena mampu menarik wisatawan dari luar Kukar, seperti Samarinda dan sejumlah wilayah lainnya.

Sadli menegaskan, Dispar Kukar tidak terlibat langsung dalam operasional maupun pengelolaan Taman Gubang. Namun, pemerintah daerah tetap terbuka memberikan dukungan berupa fasilitasi dan pendampingan kepada pengelola.

“Pada prinsipnya, kami dari Dispar hanya memberikan dukungan. Jika pengelola membutuhkan bantuan, khususnya terkait perizinan usaha maupun pendampingan, kami siap memfasilitasi dan mengarahkan prosesnya melalui DPMPTSP,” jelasnya.

Ia berharap destinasi wisata yang dikelola pihak swasta dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam memperkaya pilihan objek wisata di Kukar. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top