
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah, Siti Farisyah Yana saat memberikan sambutan.(Foto: Adpim Pemprov Kaltim)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing melalui penguatan sektor pariwisata dan pemanfaatan teknologi digital. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang merata dan berkelanjutan.
Upaya itu dilakukan dengan memperkuat infrastruktur pendukung, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta membuka akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, teknologi, informasi, dan pemasaran produk lokal.
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah, Siti Farisyah Yana, mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menciptakan peluang usaha baru.
Hal tersebut disampaikannya saat mewakili Gubernur Kaltim dalam pembukaan Mahakarya Etam Festival (MEF) 2026 yang berlangsung di Atrium BIG Mall Samarinda, Jumat (6/11/2026).
Menurut Yana, pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pengembangan UMKM melalui berbagai program pelatihan, pendampingan usaha, kemudahan akses permodalan, hingga perluasan jaringan pemasaran.
Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah melalui program Gratispol agar produk unggulan daerah semakin kompetitif dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
"Pengembangan UMKM perlu berjalan beriringan dengan sektor pariwisata. Produk kuliner, cenderamata, hingga berbagai kerajinan khas daerah memiliki potensi besar untuk mendukung daya tarik wisata Kalimantan Timur," ujar Yana.
Ia menjelaskan, keterlibatan UMKM dalam industri pariwisata dapat memberikan nilai tambah bagi destinasi wisata. Selain menikmati keindahan alam dan kekayaan budaya, wisatawan juga dapat mengenal berbagai produk unggulan masyarakat setempat.
Dengan demikian, aktivitas pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha lokal.
Yana pun mendorong pengelola objek wisata, pelaku industri perhotelan, serta penyedia jasa perjalanan untuk memperluas kerja sama dengan UMKM di daerah.
"Kami berharap pengelola destinasi, pelaku perhotelan, dan penyelenggara perjalanan wisata dapat terus melibatkan UMKM lokal. Tentunya dengan tetap memperhatikan kualitas pelayanan, kelestarian lingkungan, dan budaya daerah," katanya.
Dirinya menilai penyelenggaraan Mahakarya Etam Festival 2026 dapat menjadi momentum memperkuat hubungan antara pelaku UMKM, industri pariwisata, dan generasi muda.
Melalui berbagai agenda yang diselenggarakan, mulai dari pameran produk, perlombaan, hingga kegiatan edukasi, festival tersebut diharapkan mampu menghadirkan ruang promosi sekaligus mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi baru.
Ia juga berharap kerja sama yang terbangun selama festival tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, melainkan dapat ditindaklanjuti perangkat daerah bersama berbagai pihak terkait.
Menurutnya, kolaborasi yang berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat fondasi perekonomian daerah sekaligus mendukung visi pembangunan Kalimantan Timur menuju Generasi Emas.
Selain memperkuat hubungan UMKM dengan sektor pariwisata, Pemprov Kaltim juga memberikan perhatian terhadap pengembangan sistem pembayaran digital.
Dirinya menyebut kemudahan transaksi menjadi salah satu faktor penting agar mendukung aktivitas perdagangan, terutama di tengah meningkatnya penggunaan teknologi dalam kehidupan masyarakat.
Untuk itu, Pemprov Kaltim terus membangun koordinasi melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bersama Bank Indonesia, pemerintah kabupaten/kota, serta lembaga perbankan.
Sinergi tersebut diarahkan agar meningkatkan penggunaan transaksi nontunai, baik di pusat perdagangan, kawasan usaha, maupun destinasi wisata.
Melalui sistem pembayaran digital, transaksi diharapkan dapat berlangsung lebih praktis, cepat, aman, dan efisien bagi pedagang maupun konsumen.
Kendati demikian, ia mengingatkan, penerapan teknologi harus disertai peningkatan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang belum terbiasa menggunakan layanan keuangan digital.
Karena itu, edukasi dan pendampingan dinilai menjadi bagian penting agar transformasi digital dapat berjalan optimal.
"Melalui Mahakarya Etam Festival 2026, kami mengajak seluruh perangkat daerah, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas edukasi serta memberikan pendampingan kepada pedagang, pelaku UMKM, dan pengelola wisata dalam memanfaatkan teknologi digital," tuturnya.
Ia berharap penguatan ekosistem digital tersebut mampu membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas pelayanan, menjangkau lebih banyak konsumen, serta memperbesar peluang pengembangan bisnis.
Dengan keterlibatan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, sektor UMKM dan pariwisata diharapkan semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur. (*Yud)