• Kamis, 05 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kondisi langit di sore hari setelah hujan, Selasa (3/11/2026).(Foto: Dok. Warga)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Hujan yang beberapa kali mengguyur wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam beberapa hari terakhir mulai membawa perubahan pada kondisi lingkungan.

Langit yang sebelumnya kerap tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kini terlihat mulai cerah dan bersih.

Kondisi ini mulai dirasakan masyarakat setelah hujan turun secara berkala, meskipun dengan durasi yang tidak terlalu lama.

Pemandangan langit biru dan berkurangnya kabut asap menjadi harapan masyarakat agar kualitas udara di Kukar semakin membaik.

Salah seorang warga, Firmansyah mengatakan, hujan yang turun dalam sepekan terakhir memberikan perubahan terhadap kondisi langit di Kukar.

Menurutnya, beberapa hari lalu langit masih kerap terlihat berkabut akibat asap.

Namun, setelah beberapa kali diguyur hujan, kondisi langit mulai tampak lebih bersih, bahkan matahari terbenam juga kembali terlihat jelas.

"Beberapa hari ini kita sering melihat hujan turun, meskipun tidak lama. Kadang pagi, kadang siang. Setelah itu, saya melihat langit sudah mulai bersih dan terlihat biru sekali, tidak terlihat kabut asap seperti sebelumnya," ujar Firman kepada KutaiRaya.com, Rabu (4/11/2026).

Ia berharap hujan yang terus mengguyur wilayah Kukar dapat membantu mengurangi kabut asap, sehingga masyarakat bisa kembali menikmati udara yang lebih segar setelah beberapa bulan menghadapi kondisi udara yang kurang baik.

"Semoga dengan turunnya hujan seperti ini masyarakat bisa kembali menghirup udara segar di kota kita. Sudah berbulan-bulan kita merasakan kondisi udara yang kurang baik akibat karhutla. Mudah-mudahan ini membawa dampak positif bagi masyarakat," ucapnya penuh harap.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Yudiarta membenarkan, kondisi kualitas udara secara visual mulai menunjukkan perbaikan, setelah beberapa kali hujan turun pada akhir Oktober 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan DLHK sebelum hujan turun, kualitas udara di Kukar sempat berada dalam kategori tidak sehat.

Pengukuran terakhir dilakukan pada 22 hingga 23 Oktober 2026 di halaman Kantor Bupati Kukar.

Saat itu, konsentrasi partikulat halus atau PM2,5 tercatat sebesar 86,70 dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 133.

"Memang sebelum hujan turun, kualitas udara kita kurang sehat. Tetapi setelah terjadi hujan beberapa kali pada akhir Oktober, dari pantauan secara visual konsentrasi asap sudah mulai berkurang dan langit terlihat lebih cerah," tuturnya.

Meskipun demikian, ia menegaskan pihaknya belum dapat memastikan angka ISPU terbaru setelah hujan turun.

Hal ini karena DLHK belum melakukan pengukuran ulang untuk mengetahui konsentrasi PM2,5 pada awal November.

"Kami yakin ISPU akan menurun setelah terjadinya hujan, tetapi belum bisa menyampaikan berapa angkanya karena kami belum melakukan pengukuran kembali," katanya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengabaikan risiko paparan asap, meskipun kondisi langit mulai terlihat cerah.

Ia mengimbau warga tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila tidak terlalu diperlukan.

Selain itu, masyarakat juga disarankan menutup pintu dan jendela rumah ketika tidak diperlukan untuk mengurangi masuknya udara yang tercemar.

Warga juga diminta memperbanyak konsumsi air putih dan menggunakan alat pemurni udara atau air purifier apabila tersedia di rumah.

Perhatian khusus juga diminta kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma agar menghindari aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum dipastikan membaik.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah rumah tangga karena dapat menambah konsentrasi asap dan memperburuk kualitas udara.

"Kita perlu bersama-sama melakukan upaya pencegahan agar tidak memperparah konsentrasi asap di udara," tuturnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top