
Anggota Komisi III DPRD Kukar, Herry Asdar, Selasa (3/11/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong penyediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan pesisir untuk membantu masyarakat mendapatkan BBM dengan harga lebih terjangkau.
Langkah ini dinilai penting untuk mendukung keberlangsungan usaha perikanan, sekaligus meringankan biaya operasional nelayan, khususnya di wilayah Anggana, Muara Badak, dan Marangkayu.
Anggota Komisi III DPRD Kukar, Herry Asdar mengatakan, sektor perikanan di kawasan pesisir masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Komoditas udang dan ikan menjadi salah satu andalan masyarakat yang hingga kini masih terus diusahakan melalui kegiatan budidaya maupun penangkapan.
"Alhamdulillah, sampai sekarang kondisi sektor perikanan kita masih bagus. Kegiatan budidaya masih berjalan, begitu juga aktivitas nelayan yang tetap berlangsung," ujar Herry kepada KutaiRaya.com, Selasa (3/11/2026).
Meskipun aktivitas melaut masih berjalan, ia mengaku kebutuhan BBM menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Menurutnya, keberadaan SPBN dapat menjadi solusi untuk membantu nelayan memperoleh BBM guna menunjang aktivitas melaut.
Namun, penyediaan fasilitas tersebut membutuhkan koordinasi dengan pihak terkait, serta menyesuaikan kewenangan pemerintah.
"Ke depannya, kita berharap kawasan pesisir juga bisa memiliki fasilitas khusus untuk memenuhi kebutuhan BBM nelayan. Namun, untuk waktunya belum bisa dipastikan karena masih berkaitan dengan koordinasi dan kewenangan pemerintah kota juga," tuturnya.
Dukungan terhadap penyediaan SPBN juga disampaikan Camat Anggana, Rokip.
Ia menyampaikan mahalnya harga BBM menjadi keluhan yang kerap disampaikan kepala desa dan masyarakat nelayan di wilayahnya.
Ia mengemukakan, harga BBM yang diperoleh nelayan di kawasan pesisir bisa mencapai Rp 600 ribu per galon atau sekitar Rp 18 ribu per liter.
Kondisi tersebut dinilai cukup memberatkan nelayan, mengingat BBM merupakan kebutuhan utama untuk menunjang aktivitas melaut.
"Kami yakin ketika SPBU nelayan itu terbangun, masyarakat pasti sangat terbantu," ucapnya.
Ia berharap keberadaan SPBN dapat menjadi solusi atas persoalan tersebut sehingga nelayan bisa mendapatkan BBM dengan harga yang lebih terjangkau dan biaya operasional dapat ditekan. (Adv/Zar)