• Rabu, 04 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPRD Kutai Kartanegara



Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani bersama Kepala Dinas PU Wiyono saat meninjau kawasan Taman Musik di Jalan Kartini yang mengalami pergeseran hingga amblas, Selasa (3/11/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)‎

‎
‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Turap di kawasan Taman Musik dan Jalan Kartini, tepatnya di samping Jembatan Kedaton Agung, Tenggarong, yang mengalami pergeseran hingga amblas, mendapat perhatian DPRD Kutai Kartanegara (Kukar).
‎
‎DPRD bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan kerusakan segera ditangani, pada Selasa (3/11/2026).
‎
‎Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani mengatakan, kerusakan tersebut diduga dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari getaran, kondisi alam, hingga struktur tanah timbunan yang menjadi dasar konstruksi.
‎
‎Menurutnya, kondisi tanah yang mengalami perubahan, terlebih saat musim kemarau, dapat memengaruhi kestabilan struktur.
‎
‎Sehingga penanganannya perlu dilakukan secara menyeluruh agar kerusakan tidak semakin meluas.
‎
‎"Intinya, semua harus diperbaiki dan diselesaikan. Jangan sampai dibiarkan karena bisa berisiko membuat bagian lainnya ikut roboh. Ini sudah mengalami pergeseran cukup jauh, sehingga perlu ditata ulang," ujar Yani usai meninjau.
‎
‎Ia meminta Dinas PU segera melakukan kajian teknis untuk menentukan metode perbaikan yang tepat.
‎
‎Ia juga menyampaikan sejumlah masukan terkait kemungkinan penggunaan material dan penguatan struktur yang lebih tahan terhadap kondisi tanah maupun getaran.
‎
‎Salah satu opsi yang disampaikan adalah penggunaan batu gunung sebagai bagian dari konstruksi.
‎
‎Namun, ia menegaskan pilihan material dan metode pengerjaan tetap harus mengacu pada hasil kajian teknis dari pihak yang berkompeten.
‎
‎Menurutnya, kawasan tersebut merupakan salah satu wajah Kota Tenggarong yang banyak dilihat masyarakat maupun pengunjung.
‎
‎Selain itu, Taman Musik telah menjadi salah satu ruang publik dan ikon kota yang ramai dikunjungi.
‎
‎"Kita harapkan secepatnya diperbaiki. Ini wajah Tenggarong, banyak orang melihat kawasan ini. Jadi tidak mungkin kita biarkan kondisinya seperti sekarang. Kita dukung penuh agar segera ditata kembali," tuturnya.
‎
‎Ia juga berharap kajian dan persiapan anggaran dapat dilakukan secepatnya.

Jika memungkinkan, perbaikan bisa direalisasikan pada 2027 tanpa harus menunggu lebih lama.
‎
‎Sementara itu, Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Ketua DPRD yang turun langsung melihat kondisi turap tersebut.
‎
‎Ia menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal, perencanaan maupun pelaksanaan konstruksi, sebelumnya relatif telah sesuai ketentuan.
‎
‎Namun, untuk memastikan penyebab kerusakan, pihaknya akan melibatkan akademisi dalam kajian teknis secara menyeluruh.
‎
‎"Kami akan berkoordinasi dengan pihak akademisi untuk melakukan kajian. Hasilnya nanti menjadi dasar menentukan apakah struktur yang ada masih bisa diperbaiki dan diperkuat, atau perlu dibongkar kemudian dibangun kembali," tuturnya.
‎
‎Ia menyebutkan, berdasarkan pengamatan awal, pergeseran atau kemiringan turap diperkirakan mencapai sekitar 50 centimeter.
‎
‎Meskipun demikian, angka tersebut masih perlu dipastikan melalui pengukuran dan kajian lebih lanjut.
‎
‎Dinas PU berencana melibatkan akademisi dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Universitas Mulawarman (Unmul).
‎
‎Kajian ini ditargetkan dapat dilakukan dalam bulan ini agar rekomendasi penanganan segera diperoleh.
‎
‎Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin perbaikan hanya bersifat sementara.
‎
‎Kekuatan dan ketahanan konstruksi dalam jangka panjang harus menjadi pertimbangan utama agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi.
‎
‎"Kami tidak ingin anggaran sudah dikeluarkan, tetapi hasil perbaikannya tidak maksimal. Kalau masih bisa dipertahankan, tentu akan diperkuat sesuai rekomendasi. Namun, jika memang lebih efektif dibongkar dan dibangun ulang, opsi itu juga akan dipertimbangkan," katanya.
‎
‎Terkait kebutuhan anggaran, ia mengatakan pihaknya belum dapat memastikan jumlahnya karena masih menunggu hasil kajian.
‎
‎Sebab, kebutuhan biaya akan bergantung pada metode penanganan dan tingkat penguatan struktur yang diperlukan.
‎
‎Ia berharap perbaikan dapat dianggarkan dan direalisasikan pada 2027.
‎
‎Menurutnya, penanganan turap tersebut penting bukan hanya untuk menjaga keamanan kawasan, tetapi juga mendukung penataan kota dan pengembangan sektor pariwisata Tenggarong. (Adv/Zar)



Pasang Iklan
Top