• Rabu, 04 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Awang Agus, Selasa (3/11/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
‎
‎‎
‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus berupaya menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi di sejumlah kecamatan.
‎
‎Meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Pemkab Kukar tetap memprioritaskan sejumlah pekerjaan yang dinilai penting untuk mendukung kebutuhan petani, mulai dari pembangunan pintu air hingga normalisasi sungai.
‎
‎Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Awang Agus mengatakan, sejumlah usulan pembangunan irigasi yang disampaikan pada tahun sebelumnya dapat direalisasikan pada tahun ini.
‎
‎Namun, pelaksanaannya belum dapat mencakup seluruh usulan karena menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
‎
‎"Dari usulan yang kami sampaikan tahun lalu, hanya beberapa yang bisa dilaksanakan karena keterbatasan anggaran," ujar Awang Agus kepada KutaiRaya.com, Selasa (3/11/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, pekerjaan yang direncanakan mencakup pembangunan pintu air di kawasan Jonggon, Kecamatan Loa Kulu dan Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, serta normalisasi sungai di sejumlah wilayah, terutama yang berada di kawasan pertanian.
‎
‎Secara keseluruhan, anggaran untuk pekerjaan di bidang tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 8 miliar.
‎
‎Dana itu dialokasikan untuk 6 lokasi yang menjadi prioritas penanganan.
‎
‎Adapun lokasi pekerjaan meliputi, Jonggon A, Bukit Raya, Bangun Rejo, Sungai Alam di Manunggal Jaya, sejumlah kawasan pertanian di Tenggarong Seberang, serta Loa Ipuh di Tenggarong.
‎
‎Menurutnya, perbaikan dan normalisasi saluran air menjadi kebutuhan penting bagi petani.
‎
‎Kondisi debit sungai yang sedang surut membuat pengairan lahan pertanian menghadapi tantangan tersendiri.
‎
‎"Petani sangat membutuhkan air. Karena kondisi sungai sekarang sedang surut, kita melakukan normalisasi agar air yang tersedia bisa dimanfaatkan. Kita juga berupaya mencari cara supaya air dari sungai tetap bisa masuk ke saluran irigasi, meskipun level airnya sudah jauh berbeda," tuturnya.
‎
‎Selain normalisasi, pemerintah juga melakukan penyesuaian dimensi pada bagian penampungan air.
‎
‎Pada salah satu pekerjaan, dimensi ditambah sekitar satu meter agar kapasitas tampungan dapat lebih besar.
‎
‎Langkah ini diharapkan membantu menjaga ketersediaan air, khususnya ketika debit sungai mengalami penurunan.
‎
‎Dengan kapasitas tampungan yang lebih memadai, air dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.
‎
‎Ia menyebutkan, kebutuhan pembangunan irigasi masih cukup besar.
‎
‎Berbagai usulan dari petani telah disampaikan sejak 2025, namun belum seluruhnya dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.
‎
‎Pemkab Kukar melalui Dinas PU akan terus menyesuaikan prioritas pekerjaan dengan kebutuhan di lapangan dan kemampuan keuangan daerah.
‎
‎Pemerintah berharap pembangunan yang dapat dilaksanakan tahun ini mampu membantu memperbaiki layanan pengairan dan mendukung produktivitas pertanian. (Adv/Zar)



Pasang Iklan
Top