• Rabu, 04 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Balikpapan mulai menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana lain, seperti banjir dan tanah longsor.

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan, frekuensi kejadian Karhutla saat ini mulai berkurang dibandingkan periode sebelumnya. Jika sebelumnya kebakaran lahan bisa terjadi tiga hingga empat kali dalam sehari, kini rata-rata hanya satu hingga dua kejadian.

“Untuk saat ini Karhutla, khususnya di Kota Balikpapan, sudah bisa dikatakan mulai menurun,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan data BPBD, total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 98,2 hektare dari 138 kejadian. Kecamatan Balikpapan Timur menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 55 kasus, disusul Balikpapan Selatan 33 kejadian dan Balikpapan Utara 29 kejadian.

Sementara itu, Balikpapan Tengah mencatat 11 kejadian, Balikpapan Barat sembilan kejadian, dan Balikpapan Kota satu kejadian.

Di tengah penurunan Karhutla, BPBD juga mulai mengantisipasi potensi perubahan cuaca. Berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat informasi mengenai kemungkinan hujan dengan intensitas tinggi dan durasi cukup panjang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Balikpapan saat ini juga menghadapi persoalan keterbatasan air bersih akibat kekeringan.

“Kami meminta masyarakat mengantisipasi apabila terjadi hujan dengan durasi panjang karena berpotensi menimbulkan banjir sesaat dan tanah longsor. Sebaliknya, jika hujan tidak turun, kita juga harus mengantisipasi kekurangan air yang bisa berlangsung lebih lama,” jelasnya.

Terkait penyebab Karhutla, Usman menyebut salah satu kejadian terakhir di wilayah Balikpapan Utara diduga dipicu pembakaran lahan secara sengaja. BPBD telah mengamankan terduga pelaku dan menyerahkannya kepada Polsek Balikpapan Utara untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Kariangau, tidak jauh dari lapangan golf Balikpapan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai empat hingga lima hektare.

Berdasarkan keterangan awal, terduga pelaku mengaku menggunakan lahan yang dipinjamkan kepadanya untuk kegiatan pertanian, yakni menanam singkong. Namun, pembakaran diduga dilakukan pada malam hari, sekitar pukul 22.00 hingga 23.00 WITA.

“Untuk yang membakar ini sudah kami serahkan ke Polsek Utara. Nanti koordinasinya mungkin dengan Polsek Utara,” katanya.

Di sisi lain, BPBD memastikan kesiapan personel dan dukungan operasional tetap menjadi perhatian dalam penanganan Karhutla. Usman mengakui, kondisi keuangan daerah yang mengalami defisit menjadi tantangan tersendiri. Namun, kebutuhan mendesak untuk mendukung penanganan bencana tetap disampaikan kepada pimpinan daerah.

Menurutnya, dukungan dari Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud membuat sejumlah kebutuhan operasional petugas tetap dapat terpenuhi, termasuk tambahan anggaran untuk konsumsi dan air minum personel di lapangan.

“Alhamdulillah, dengan pertimbangan bahwa kebutuhan itu memang diperlukan, akhirnya dipenuhi. Misalnya ada tambahan untuk makan dan air minum, itu dibantu,” pungkasnya.

Dengan tren Karhutla yang mulai menurun, BPBD berharap masyarakat tidak lengah dan tetap menghindari aktivitas pembakaran lahan. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi banjir, longsor, maupun kekurangan air bersih seiring kondisi cuaca yang belum menentu. (Las)



Pasang Iklan
Top