
Perkiraan cuaca BMKG.(Foto: BMKG/Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda memperkirakan curah hujan di sebagian besar wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) berada pada kategori menengah selama periode 1-10 November 2026. Namun, sejumlah daerah diprediksi masih mengalami intensitas hujan rendah.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis prakiraan cuaca, curah hujan di Kaltim secara umum diperkirakan berkisar antara 50 hingga 150 milimeter dengan probabilitas lebih dari 70 persen.
Meski demikian, kondisi berbeda berpotensi terjadi di sejumlah kawasan yang diprakirakan menerima curah hujan lebih sedikit dibandingkan wilayah lainnya.
Beberapa daerah tersebut meliputi bagian selatan Kabupaten Paser, wilayah timur Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sebagian Kabupaten Kutai Timur (Kutim), serta kawasan barat Kabupaten Berau.
Menurut Riza, wilayah-wilayah tersebut memiliki peluang sekitar 50 hingga 60 persen untuk mengalami curah hujan kategori rendah, yakni berkisar antara 0 sampai 50 milimeter.
"Secara umum, curah hujan di Kaltim diperkirakan berada pada kategori menengah. Namun, beberapa wilayah seperti Paser bagian selatan, Kukar bagian timur, sebagian Kutim, dan Berau bagian barat masih berpotensi menerima hujan dengan intensitas rendah, sekitar 20 hingga 50 milimeter," jelas Riza dalam keterangan resminya, Senin (2/11/2026).
Selain memperkirakan jumlah curah hujan, BMKG juga menganalisis sifat hujan di berbagai wilayah Kaltim selama dasarian pertama November.
Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar daerah diprediksi mengalami sifat hujan kategori normal hingga bawah normal.
Untuk kategori normal, persentase sifat hujan berada pada kisaran 84 hingga 115 persen dibandingkan kondisi rata-ratanya. Wilayah yang diperkirakan masuk kategori tersebut sebagian besar berada di kawasan barat hingga tengah Kaltim.
Sementara itu, sifat hujan bawah normal dengan persentase 50 hingga 84 persen diprakirakan lebih banyak terjadi di wilayah timur dan selatan provinsi tersebut.
Kendati demikian, BMKG mencatat adanya potensi hujan di atas kondisi normal pada beberapa lokasi tertentu.
"Sebagian kecil kawasan di Kabupaten Berau dan Kutai Timur diperkirakan mengalami sifat hujan atas normal, dengan persentase mencapai 115 hingga 150 persen dari kondisi biasanya," ungkapnya.
Di sisi lain, BMKG turut mencermati perkembangan Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah wilayah Kaltim.
Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar daerah tercatat mengalami periode tanpa hujan dalam kategori sangat pendek, yakni berlangsung antara satu hingga lima hari.
Namun, kondisi berbeda ditemukan di beberapa wilayah Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara yang masih mengalami periode tanpa hujan dalam kategori sangat panjang.
Bahkan, Kecamatan Kenohan di Kabupaten Kutai Kartanegara tercatat menjadi salah satu wilayah dengan durasi tanpa hujan terlama, mencapai 45 hari berturut-turut.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan distribusi hujan antardaerah di Kaltim, meskipun secara umum curah hujan pada awal November diprakirakan berada dalam kategori menengah.
Prakiraan BMKG ini dapat menjadi salah satu acuan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengantisipasi perubahan kondisi cuaca, khususnya di wilayah yang masih mengalami curah hujan rendah dan periode tanpa hujan berkepanjangan. (*Yud)