
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong lahirnya wirausahawan muda melalui penguatan Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM). Program yang dijalankan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mengubah pola pikir pemuda agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan Klinik WPM hadir untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada pemuda yang memiliki minat mengembangkan usaha. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan, baik bagi mereka yang baru ingin memulai usaha, sedang merintis, maupun yang ingin memperluas bisnisnya.
Menurutnya, pengembangan kewirausahaan tidak cukup hanya mengandalkan keberanian dan pengalaman. Pemuda juga membutuhkan pengetahuan serta keterampilan yang tepat agar usaha yang dijalankan dapat bertahan dan berkembang.
Melalui Klinik WPM, pemuda mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi dan belajar langsung dari praktisi kewirausahaan serta tenaga pendidik yang memiliki kompetensi di bidang ekonomi dan manajemen.
“Selama ini, sebagian pemuda mungkin hanya memperoleh pengetahuan kewirausahaan dari pengalaman, cerita teman, atau informasi di YouTube. Melalui Klinik WPM, mereka bisa mendapatkan pendampingan secara langsung dari praktisi kewirausahaan dan tenaga pendidik,” jelas Ali Rabu (28/10/2026).
Tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan usaha, pendampingan tersebut juga mencakup pelatihan digitalisasi dan berbagai aspek lain yang diperlukan dalam pengembangan bisnis. Dengan bekal tersebut, pemuda diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan usaha sekaligus memperkuat daya saing produk.
Ali mengungkapkan, salah satu tantangan dalam pemberdayaan pemuda adalah mengubah orientasi pekerjaan. Selama ini, tidak sedikit generasi muda yang menjadikan perusahaan pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit, dan sektor lainnya sebagai tujuan utama untuk mendapatkan pekerjaan.
Karena itu, Dispora Kukar berupaya menumbuhkan keberanian pemuda untuk mengambil peluang sebagai pelaku usaha. Menurutnya, menjadi wirausahawan tidak hanya memberikan kesempatan untuk membangun kemandirian ekonomi pribadi, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat lain untuk memperoleh pekerjaan.
“Ke depan, kami ingin mendorong pemuda agar tidak hanya berorientasi menjadi pekerja, tetapi juga berani menjadi pelaku usaha. Dengan menjadi wirausahawan, mereka tidak hanya dapat memperkuat perekonomian keluarga, tetapi juga berpeluang menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain,” ujarnya.
Upaya tersebut sejalan dengan Misi 1 Program Etam Sejahtera melalui penguatan dan integrasi Program Kukar Siap Kerja dengan Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri.
Sementara itu, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa berbagai program dedikasi pemerintah daerah memang diarahkan untuk memberikan ruang lebih luas bagi generasi muda agar dapat berkembang dan mengambil peran dalam pembangunan.
Dari 23 program dedikasi yang disiapkan, sejumlah di antaranya menyasar pemberdayaan pemuda, seperti Program 100.000 Petani, Peternak, dan Nelayan Tangguh, Wirausaha Mandiri, serta Beasiswa Kukar Idaman Terbaik.
Aulia berharap pemuda tidak sekadar menjadi penerima manfaat kebijakan pemerintah, tetapi mampu tampil sebagai penggerak pembangunan daerah. Potensi dan kreativitas generasi muda dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Justru pemuda ini kita berharap menjadi aktor utama pembangunan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tegasnya.
Melalui sinergi berbagai program tersebut, Pemkab Kukar menargetkan semakin banyak pemuda yang memiliki keterampilan, mampu mengembangkan usaha secara mandiri, serta berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat perekonomian daerah. (Adv/Dri)