
Kebakaran di Jl. R. Wolter Monginsidi. Kamis (29/10/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Kepulan asap hitam pekat yang membumbung dari kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Robert Wolter Monginsidi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, memicu kepanikan warga.
Kebakaran hebat terjadi di tengah deretan rumah padat penduduk, Kamis (29/10/2026).
Di tengah kobaran api yang belum terkendali, warga bergegas menyelamatkan keluarga dan barang berharga, sebelum api merambat ke rumah mereka.
Mulai dari televisi, kulkas, sepeda motor, hingga barang-barang penting lainnya, terlihat dipindahkan dari rumah-rumah di sekitar lokasi kebakaran.
Beberapa ibu bersama anak-anak mereka juga menjauh dari titik kebakaran untuk menghindari bahaya.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran berupaya menjinakkan kobaran api yang semakin besar dan melalap rumah warga.
Sebagian warga masih sibuk untuk mengeluarkan barang-barang berharga dari dalam rumah.
Salah seorang warga sekitar, Aryo (24), mengaku melihat langsung kepulan asap hitam pekat sebelum mengetahui adanya kebakaran.
Tak lama berselang, teriakan warga yang menyebut ada kebakaran membuat situasi di kawasan tersebut semakin ramai.
"Saya lihat langsung asap gede, kebetulan asapnya hitam pekat. Terus saya dengar ada orang bilang kebakaran, kebakaran, terus nyala itu," kata Aryo saat ditemui di lokasi kejadian.
Aryo mengaku belum mengetahui secara pasti titik awal munculnya api.
Ia hanya menduga, kebakaran berasal dari salah satu rumah di sekitar lokasi berdasarkan apa yang dilihatnya saat kejadian berlangsung.
"Kalau enggak salah dari rumah yang di situ (atas), kalau pastinya saya enggak tahu ya. Kalau rumah saya di bawah, apinya bakarnya ke atas itu," ujarnya.
Kesaksian tersebut belum dapat memastikan asal mula api.
Hingga proses pemadaman berlangsung, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Suara sirine pemadam kebakaran( damkar) terdengar riuh bersahutan.
Beberapa orang bergegas mengamankan barang berharga dan membuat kondisi menjadi tegang.
Di tengah kondisi itu, relawan dan Damkar terus berjibaku menjinakkan api.
Di tengah kepanikan, Wati, warga lainnya, mengaku tidak mengetahui secara pasti pukul berapa kebakaran mulai terjadi.
Saat menyadari situasi berbahaya, ia langsung memprioritaskan keselamatan anak-anaknya, sebelum berupaya mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
"Kalau detail jamnya saya gak tau. Saya kepikir untuk selamatkan anak-anak saya dulu, barang-barang di rumah, ini, itu semua diselamatkan," kata Wati.
Bagi warga yang tinggal berdekatan dengan titik kebakaran, keselamatan keluarga menjadi prioritas utama.
Sejumlah warga masih berusaha mengeluarkan barang dari rumah, sedangkan lainnya memilih menjauh dari kawasan yang dipenuhi asap.
"Ada yang bantu padamin api, ini bapak-bapaknya, kalau saya dan ibu-ibu lainnya, kami amankan barang sama jaga anak-anak, karena apinya besar sekali," tuturnya.
Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 15.00 WITA.
Hingga pukul 16.35 WITA, petugas Damkar masih melakukan upaya pemadaman di lokasi kejadian.
Belum ada informasi pasti mengenai penyebab kebakaran maupun jumlah bangunan yang terdampak.
Kondisi tersebut masih menunggu perkembangan penanganan di lapangan.
Warga berharap api segera dipadamkan sehingga tidak merembet lebih jauh ke kawasan permukiman padat penduduk.
Selain mencegah bertambahnya kerusakan bangunan, pengendalian api menjadi hal penting untuk memastikan keselamatan warga yang masih berada di sekitar lokasi kebakaran. (Abi)