
Plt. Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dharmawan.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan wisata Batu Dinding, Kecamatan Samboja menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam pengelolaan destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar menekankan agar mitigasi risiko dilakukan secara berkelanjutan guna melindungi wisatawan sekaligus menjaga kelestarian kawasan wisata.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan pihaknya telah mengingatkan pengunjung dan pengelola objek wisata Batu Dinding untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut.
“Dari Dinas Pariwisata, kami memberikan imbauan kepada pengunjung agar lebih berhati-hati dan waspada,” ujarnya Kamis (29/10/2026).
Awang menjelaskan, peran Dispar Kukar dalam kejadian tersebut lebih berfokus pada penyampaian imbauan dan langkah antisipasi kepada pengelola maupun wisatawan.
Sementara itu, penanganan teknis karhutla menjadi kewenangan instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran.
Ia menyebutkan, kawasan Batu Dinding termasuk wilayah penanganan Dinas Pemadam Kebakaran. Oleh karena itu, upaya pemadaman dan penanganan langsung dilakukan oleh instansi yang memiliki kewenangan sesuai tugasnya.
Meski tidak menangani pemadaman secara langsung, Dispar Kukar tetap mendorong pengelola destinasi wisata, khususnya yang berada di bawah pengelolaan pemerintah kabupaten, untuk menjadikan keselamatan sebagai bagian penting dalam operasional wisata. Pengelola diharapkan mampu mengenali potensi bahaya di sekitar kawasan dan meningkatkan kesiapsiagaan ketika kondisi lingkungan memburuk.
Menurut Awang, mitigasi bencana tidak boleh hanya menjadi perhatian ketika musim kemarau atau saat kebakaran mulai terjadi. Upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini dan secara konsisten karena risiko bencana dapat muncul sewaktu-waktu.
“Mitigasi risiko sudah kami sampaikan sejak jauh-jauh hari, bukan hanya ketika musim kemarau atau saat kondisi rawan kebakaran seperti sekarang. Sebab, bencana tidak bisa diprediksi dan upaya mitigasi perlu dilakukan setiap saat,” jelasnya.
Terkait dampak karhutla di Batu Dinding, Awang mengaku belum menerima laporan resmi mengenai luas kawasan yang terbakar. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan besaran area terdampak berdasarkan informasi yang diterima hingga Sabtu tersebut.
Dispar Kukar mengingatkan wisatawan agar selalu memperhatikan kondisi lingkungan dan mengikuti arahan petugas maupun pengelola selama berkunjung. Melalui peningkatan kewaspadaan, kesiapan pengelola, serta koordinasi dengan instansi teknis, upaya perlindungan pengunjung dan pelestarian destinasi wisata di Kukar diharapkan dapat berjalan lebih optimal. (Adv/Dri)