• Kamis, 29 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Plt. Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dharmawan.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pengembangan destinasi wisata tidak hanya bergantung pada daya tarik alam dan kenyamanan fasilitas, tetapi juga kesiapan pengelola dalam menghadapi berbagai risiko.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong penguatan mitigasi bencana dan penerapan standar keselamatan bagi pengunjung di setiap destinasi wisata.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama dalam pengelolaan objek wisata.

Terlebih, sejumlah destinasi memiliki potensi kerawanan lingkungan yang perlu diantisipasi, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Awang, langkah pencegahan perlu dilakukan secara konsisten agar pengelola tidak hanya bertindak ketika terjadi keadaan darurat.

Kesiapsiagaan sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko sekaligus memastikan aktivitas wisata tetap berjalan dengan memperhatikan keamanan pengunjung.

“Kami selalu menyampaikan imbauan kepada para pengelola wisata. Hal ini termasuk bagian dari mitigasi risiko yang perlu dilakukan secara berkelanjutan,” jelas Awang, Sabtu (24/10/2026).

Upaya tersebut juga melibatkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan destinasi di tingkat lokal. Dispar Kukar mendorong kelompok tersebut agar semakin memahami potensi bahaya di lingkungan wisata serta mengambil langkah antisipasi sesuai dengan karakteristik destinasi yang dikelola.

Selain kesiapsiagaan menghadapi bencana, Dispar Kukar turut menekankan pentingnya perlindungan terhadap wisatawan melalui kepesertaan dalam program asuransi. Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan perlindungan apabila terjadi risiko selama kegiatan wisata berlangsung.

“Kami juga menyampaikan kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis) mengenai pentingnya mitigasi risiko, termasuk mengikutsertakan wisatawan dalam program asuransi,” jelasnya.

Awang menilai, pengelolaan destinasi yang baik harus mampu menyeimbangkan pengembangan daya tarik wisata dengan upaya perlindungan pengunjung. Karena itu, pengelola diharapkan tidak hanya berfokus pada promosi dan peningkatan kunjungan, tetapi juga memastikan aspek keamanan menjadi bagian dari perencanaan dan operasional wisata.

Melalui imbauan yang terus disampaikan kepada pengelola dan Pokdarwis, Dispar Kukar berharap kesadaran terhadap mitigasi risiko semakin meningkat. Kesiapan menghadapi kondisi darurat, disertai perhatian terhadap perlindungan wisatawan, diharapkan dapat mendukung pengelolaan destinasi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Dispar Kukar dalam mendorong terciptanya lingkungan wisata yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang mengedepankan keselamatan, potensi pariwisata daerah diharapkan dapat berkembang secara optimal sekaligus memberikan pengalaman berwisata yang lebih baik bagi pengunjung. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top