
Plt. Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dharmawan.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Efisiensi anggaran tidak menghentikan upaya pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar tetap mengalokasikan dukungan melalui skema stimulus untuk penyelenggaraan kegiatan kreatif yang telah masuk dalam kalender acara tahun 2026.
Dukungan tersebut diarahkan untuk menjaga keberlangsungan berbagai kegiatan yang menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menunjukkan potensi dan karya mereka. Dispar Kukar menerapkan mekanisme pembiayaan yang mempertimbangkan kebutuhan serta skala masing-masing penyelenggaraan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan stimulus tersebut tidak memiliki nominal seragam untuk setiap kegiatan. Besaran dukungan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan acara yang telah direncanakan.
“Untuk stimulus ekonomi kreatif, tidak ada nilai pasti yang diberikan kepada setiap kegiatan. Stimulus yang dimaksud bukan pemberian uang tunai secara langsung seperti bantuan dengan nominal tetap,” sebut Awang, Sabtu (24/10/2026).
Sejumlah agenda yang telah mendapatkan dukungan di antaranya Pesta Laut, Erau Benama, dan Reggae Fest. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program ekonomi kreatif Dispar Kukar sepanjang 2026.
Menurut Awang, perbedaan skala penyelenggaraan membuat kebutuhan setiap acara tidak sama. Karena itu, pemberian stimulus dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan besarnya kegiatan dan kebutuhan pembiayaan yang diperlukan.
“Nilainya bervariasi, menyesuaikan skala dan besar kecilnya kegiatan. Program tersebut sudah masuk dalam perencanaan 2026,” jelasnya.
Awang mengungkapkan, nilai dukungan untuk suatu kegiatan dapat mencapai kisaran Rp100 juta atau lebih. Namun, besaran tersebut bukan patokan tetap bagi seluruh penyelenggara karena penyalurannya tetap menyesuaikan kebutuhan dan skala acara.
Dispar Kukar berharap dukungan tersebut dapat menjaga keberlanjutan kegiatan kreatif sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku lokal untuk mengembangkan karya, membangun jejaring, dan memperluas keterlibatan dalam berbagai agenda daerah.
Melalui stimulus yang disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan, Dispar Kukar berupaya mempertahankan aktivitas ekonomi kreatif di tengah keterbatasan anggaran. Selain menjadi wadah kreativitas, penyelenggaraan berbagai acara diharapkan turut membuka peluang usaha bagi masyarakat serta memberikan dampak ekonomi bagi daerah. (Adv/Dri)