
Kepala Dispustakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (DKK) Kota Balikpapan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung maupun masyarakat umum, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan, sekaligus memperluas jangkauan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Pemeriksaan kesehatan tersebut dijadwalkan berlangsung di lobi Gedung Perpustakaan Kota Balikpapan, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 Wita. Sebanyak 500 kuota disiapkan bagi pengunjung perpustakaan maupun masyarakat umum.
Kepala Dispustakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, mengatakan kegiatan ini merupakan kolaborasi perdana antara Dispustakar dan DKK Balikpapan. Pelaksanaannya juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN).
Menurut Neny, kegiatan ini diharapkan memudahkan masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka tanpa harus secara khusus mendatangi fasilitas kesehatan.
“Kami mengundang pengunjung perpustakaan maupun masyarakat umum untuk datang dan memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilaksanakan di dalam gedung, tepatnya di lobi perpustakaan yang dilengkapi pendingin ruangan agar masyarakat merasa nyaman selama mengikuti layanan.
Neny menambahkan, setelah menjalani pemeriksaan, pengunjung tetap dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan, seperti membaca dan meminjam buku. Dengan demikian, kunjungan masyarakat tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan wawasan dan minat baca.
Selain pemeriksaan kesehatan pada pagi hari, Dispustakar Balikpapan juga menggelar program Rabu Gaul atau Night at Library pada tanggal yang sama. Melalui program ini, layanan perpustakaan dibuka hingga pukul 21.00 Wita.
Masyarakat pun dapat memanfaatkan layanan kesehatan pada pagi hari, kemudian kembali pada malam hari untuk membaca atau menikmati fasilitas perpustakaan.
Neny berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga mendukung kegiatan positif dan peningkatan kualitas hidup warga.
Pemeriksaan kesehatan gratis ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan layanan publik kepada masyarakat Balikpapan, sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam pemeriksaan kesehatan sejak dini.
Sementara itu, Kepala DKK Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan capaian program CKG di Balikpapan masih tergolong rendah. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah partisipasi masyarakat usia produktif dalam pemeriksaan kesehatan.
Untuk meningkatkan partisipasi tersebut, DKK Balikpapan melakukan pendekatan jemput bola dengan menghadirkan layanan pemeriksaan di sejumlah titik yang mudah dijangkau masyarakat.
Alwiati menilai, kesibukan sehari-hari dapat membuat sebagian warga tidak sempat mendatangi puskesmas untuk memeriksakan kesehatan. Karena itu, pemerintah berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Mungkin warga tidak sempat periksa ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan, jadi kita yang datang,” katanya.
Melalui kolaborasi dengan Dispustakar, layanan pemeriksaan kesehatan diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang belum memanfaatkan program CKG sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini. (Las)