
Suasana Saat Wisatawan Berkunjung ke Desa Sanggulan.(Dok. M. Junaidi)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pengembangan potensi wisata alam di Desa Sanggulan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola destinasi. Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat daya tarik wisata petualangan yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Benua Raya.
Kabid Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Muhammad Sadli, mengapresiasi keberadaan Pokdarwis Benua Raya yang telah berperan dalam mengelola dan mengembangkan potensi wisata di Desa Sanggulan.
Menurutnya, keberadaan kelompok pengelola wisata menjadi modal penting dalam mendorong pengembangan destinasi berbasis potensi lokal. Dengan pengelolaan yang semakin baik, destinasi wisata di desa tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.
“Harapannya, ke depan pengelolaan wisata di Desa Sanggulan bisa semakin baik. Apalagi, saat ini sudah ada Pokdarwis yang mengelola potensi wisata di sana. Dengan pengelolaan yang terus ditingkatkan, kami berharap semakin banyak wisatawan yang berkunjung,” ujarnya Sabtu (24/10/2026).
Dispar Kukar juga telah memberikan dukungan berupa pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pengelola wisata. Penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan destinasi agar mampu memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Benua Raya, Sopian, mengatakan pelatihan yang diberikan pemerintah daerah membantu meningkatkan kemampuan anggota, terutama mereka yang bertugas sebagai pemandu wisata.
“Dari Dinas Pariwisata Kukar, kami mendapatkan dukungan berupa pelatihan. Sementara itu, untuk bantuan pembangunan maupun pengadaan peralatan, sejauh ini belum ada karena kondisi efisiensi anggaran,” kata Sopian.
Menurutnya, peningkatan kompetensi pemandu sangat dibutuhkan karena karakter wisata di Desa Sanggulan menawarkan pengalaman petualangan alam yang memerlukan persiapan dan pendampingan memadai.
Pemandu tidak hanya perlu memahami jalur penjelajahan, tetapi juga harus mampu memberikan informasi mengenai potensi alam serta memperhatikan keselamatan wisatawan selama kegiatan berlangsung.
Sopian menilai, pelatihan perlu dilanjutkan dengan peningkatan kompetensi yang lebih terarah, termasuk sertifikasi bagi pemandu wisata. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme pengelola sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung.
“Pelatihan tetap penting bagi kami, terutama untuk meningkatkan kemampuan pemandu wisata. Ke depan, pemandu juga perlu mendapatkan sertifikasi agar pelayanan dan aspek keselamatan dalam kegiatan wisata semakin baik,” jelasnya.
Desa Sanggulan memiliki sejumlah potensi wisata gua, di antaranya Goa Binuang, Goa Labirin, dan Goa Tanjak Langit. Potensi tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman wisata alam dengan karakter petualangan.
Selain wisata gua, Pokdarwis Benua Raya juga merencanakan pengembangan aktivitas lain, seperti rappelling atau turun tebing menggunakan tali, panjat tebing, dan wisata air terjun. Namun, sejumlah rencana tersebut masih membutuhkan persiapan lebih lanjut agar dapat dikembangkan secara optimal.
Sopian berharap dukungan pemerintah daerah melalui pelatihan dan pendampingan dapat terus berlanjut, sehingga pengelolaan destinasi semakin siap menghadapi kebutuhan wisatawan.
Pengembangan wisata Desa Sanggulan tidak hanya bergantung pada keindahan alam, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia, kualitas pelayanan, fasilitas pendukung, dan penerapan standar keselamatan.
Melalui kolaborasi antara Dispar Kukar dan Pokdarwis Benua Raya, potensi wisata alam Desa Sanggulan diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat dan memperkaya pilihan destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara. (Adv/Dri)