• Minggu, 25 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Wisata Bukit Mahoni, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Upaya mengembangkan potensi wisata berbasis alam di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan perkembangan positif. Bukit Mahoni di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, menjadi salah satu destinasi yang mulai menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Perkembangan tersebut tidak terlepas dari upaya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mentari dalam mengelola dan mempromosikan destinasi yang menawarkan suasana alam tersebut. Selain wisatawan lokal, Bukit Mahoni mulai menerima kunjungan wisatawan asing serta rombongan besar yang datang menggunakan bus dari sejumlah daerah di Kalimantan Timur (Kaltim).

Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengapresiasi upaya pengelola Bukit Mahoni yang dinilai aktif mengembangkan potensi wisata di wilayah Tenggarong Seberang, khususnya Desa Bangun Rejo.

Menurutnya, kreativitas dan konsistensi pengelola dalam memanfaatkan potensi alam menjadi modal penting untuk mengembangkan destinasi wisata yang mampu menarik minat pengunjung.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada pengelola Bukit Mahoni yang selama ini gencar mengembangkan dan mempromosikan wisata di Tenggarong Seberang, khususnya di Desa Bangun Rejo,” ujarnya Jumat (23/10/2026).

Ia menilai, langkah yang dilakukan Pokdarwis Mentari dapat menjadi contoh bagi pengelola destinasi wisata lainnya di Kukar. Potensi yang tersedia di setiap wilayah dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata apabila dikelola secara kreatif, terencana, dan berkelanjutan.

“Hal ini bisa menjadi contoh bagi pengelola wisata di daerah lain. Dengan memanfaatkan potensi yang ada, destinasi wisata dapat dikemas dan dikembangkan dengan baik,” katanya.

Awang berharap Bukit Mahoni terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan agar semakin dikenal masyarakat luas. Dengan demikian, destinasi tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Mentari, Lucky Anisa, mengatakan karakter pengunjung Bukit Mahoni kini semakin beragam. Jika sebelumnya pengunjung lebih banyak datang untuk menikmati suasana alam dan berfoto, kini pengelola juga menerima kunjungan wisatawan mancanegara serta rombongan dalam jumlah besar.

Menurut Lucky, wisatawan asing yang pernah berkunjung berasal dari Kanada, Belanda, dan Jerman. Kunjungan tersebut umumnya merupakan bagian dari perjalanan wisata yang telah disusun oleh agen perjalanan.

“Kalau wisatawan asing biasanya tidak datang sendiri mencari lokasi. Mereka sudah punya jadwal perjalanan dari agen perjalanan, kemudian kami menerima informasi bahwa ada jadwal untuk mampir ke sini,” jelasnya.

Ia menuturkan, suasana alam yang masih terasa alami menjadi salah satu daya tarik Bukit Mahoni bagi wisatawan. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pengelola untuk memperkenalkan potensi lingkungan setempat kepada pengunjung dari berbagai latar belakang.

Selain wisatawan mancanegara, Bukit Mahoni juga mulai menerima rombongan menggunakan bus dari Samarinda, Tenggarong, Bontang, hingga Balikpapan. Peningkatan variasi kunjungan tersebut mendorong pengelola untuk semakin memperhatikan kapasitas kawasan dan kenyamanan wisatawan.

Lucky mengatakan, koordinasi sebelum kedatangan rombongan sangat diperlukan agar pengelola dapat mempersiapkan penerimaan tamu, mengatur pergerakan pengunjung, serta menyesuaikan pelayanan dengan kondisi di lapangan.

“Kalau sudah ada komunikasi dari awal, kami bisa mengatur siapa yang menerima rombongan, bagaimana mengarahkan mereka, dan apa saja yang perlu disiapkan sebelum mereka turun dari kendaraan,” ungkapnya.

Masukan dari wisatawan juga menjadi bahan evaluasi bagi Pokdarwis Mentari untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan pelayanan. Pengelola berharap setiap kunjungan dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki tata kelola destinasi sekaligus mempertahankan daya tarik alam Bukit Mahoni.

Melalui pengelolaan yang semakin baik, promosi berkelanjutan, dan dukungan berbagai pihak, Bukit Mahoni diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Tenggarong Seberang. Pengembangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik pariwisata Kukar dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top