• Selasa, 20 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026.(Dok. Dispar Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026 di Samboja Kuala, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan budaya, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi nelayan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar melihat kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkenalkan potensi ekonomi pesisir melalui hasil perikanan, olahan hasil laut, hingga aneka kuliner khas yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Plt. Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Darmawan, mengatakan kegiatan pariwisata dapat memberikan manfaat lebih luas apabila mampu menghubungkan potensi budaya dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pesta laut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk mengenalkan produk mereka secara langsung kepada pengunjung. Dengan begitu, kegiatan yang berangkat dari tradisi masyarakat pesisir juga
berpotensi menciptakan peluang usaha baru.

“Potensi yang dimiliki masyarakat harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Produk lokal perlu mendapatkan kesempatan untuk diperkenalkan, sehingga kegiatan ini tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi nelayan dan pelaku UMKM,” ujarnya, Senin (19/10/2026).

Ia menjelaskan, hasil perikanan merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Selain menjual ikan segar, masyarakat dapat mengolah hasil laut menjadi berbagai produk pangan yang memiliki daya tarik bagi konsumen.

Namun, pengembangan tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas produk, kebersihan, serta kemasan yang menarik. Langkah ini penting agar produk lokal mampu bersaing dan memiliki peluang dipasarkan di luar wilayah Samboja Kuala.

Awang Agus juga menilai, kegiatan seperti pesta laut dapat menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk memahami kebutuhan pasar. Melalui interaksi langsung dengan pengunjung, pelaku usaha bisa memperoleh masukan mengenai cita rasa, kualitas, dan jenis produk yang diminati.

“Pelaku UMKM harus mampu memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan produknya secara langsung. Dari sana, mereka bisa mengetahui respons masyarakat, memperbaiki kualitas, dan melihat peluang pengembangan usaha ke depannya,” katanya.

Di tengah perkembangan pemasaran digital, ia mengingatkan agar promosi produk tidak hanya mengandalkan kegiatan tatap muka. Media sosial dan saluran pemasaran daring dapat dimanfaatkan untuk menjaga agar produk yang diperkenalkan selama pesta laut tetap dikenal setelah acara selesai.

“Promosi jangan hanya dilakukan ketika acara berlangsung. Produk yang sudah dikenal pengunjung perlu terus diperkenalkan melalui berbagai saluran, termasuk media digital, agar peluang pemasarannya semakin luas,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan pemasaran produk pesisir membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pemerintah, kelompok nelayan, pelaku UMKM, dan dunia usaha perlu membangun kerja sama agar potensi yang dimiliki masyarakat dapat dikembangkan secara berkesinambungan.

“Kami berharap ada kerja sama yang terus terbangun antara pemerintah, nelayan, pelaku UMKM, dan dunia usaha. Dengan begitu, potensi perikanan dan produk lokal Samboja Kuala bisa dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Dispar Kukar berharap Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026 dapat memperkuat daya tarik Samboja Kuala sebagai kawasan wisata pesisir sekaligus memperkenalkan produk unggulan masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.

Melalui promosi yang berkelanjutan, tradisi pesisir diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal, sehingga manfaat kegiatan pariwisata turut dirasakan oleh nelayan dan pelaku UMKM. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top