• Selasa, 20 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Potret karhutla dari Minggu (18/10/2026) hingga Senin (19/10/2026) dini hari. Senin (19/10/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Telkom, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, belum sepenuhnya terkendali.

Hingga Senin (19/10/2026) dini hari, petugas masih berjibaku memadamkan api di sejumlah titik, termasuk kawasan jalan hauling yang masih menunjukkan kobaran cukup besar.

Koordinator Bidang Logistik dan Sarana Prasarana sekaligus Satgas Penanggulangan Bencana (PDB) BPBD Kota Samarinda, Ifran menuturkan, kebakaran meluas di 6 hingga 7 titik dengan total area terdampak diperkirakan mencapai 10 hektare.

Penanganan dilakukan tim gabungan sejak Minggu (18/10/2026) kemarin, setelah salat Zuhur.

Petugas BPBD dibantu relawan, personel pemadam kebakaran, serta sejumlah perusahaan untuk menjangkau lokasi yang terbakar.

“Kami bersama tim gabungan terus melakukan penanganan,” kata Ifran.

Api Kembali Muncul, Hajatan Warga Dibubarkan

Selain menghadapi kebakaran di lahan terbuka, petugas juga mewaspadai material yang masih menyimpan panas dan berpotensi memunculkan api baru.

Salah satunya tumpukan ban di bagian belakang lokasi yang diduga terkena percikan dari kebakaran sebelumnya.

Kondisi ini menjadi perhatian karena terdapat rumah penduduk tidak jauh dari titik api.

Petugas perlu memastikan kobaran tidak merambat ke permukiman, terutama ketika material yang mudah terbakar masih membara.

“Di bagian belakang masih ada ban yang membara. Kemungkinan terkena percikan dari kebakaran lahan sebelumnya, sehingga api kembali muncul,” ujar Ifran.

Ancaman kebakaran juga sempat berdampak pada kegiatan warga.

Saat api membesar di bagian belakang lokasi hajatan, petugas mengambil langkah evakuasi untuk mencegah masyarakat terjebak dalam situasi berbahaya.

Acara tersebut akhirnya dihentikan demi keselamatan bersama.

Ifran mengatakan, keputusan itu diambil setelah kondisi di sekitar tempat kegiatan dinilai berisiko akibat kobaran api yang semakin membesar.

“Kebetulan ada warga yang sedang hajatan. Karena api sudah membesar di bagian belakang, kami evakuasi semuanya dan hajatan langsung dibubarkan,” ucapnya.

Butuh 20 Rol Selang untuk Jangkau Lokasi

Upaya pemadaman di Sambutan tidak berjalan mudah.

Jarak sumber air yang berada di kawasan Sungai Mahakam serta terbatasnya akses jalan menuju beberapa titik kebakaran membuat petugas harus mencari cara agar air bisa menjangkau area terdampak.

Kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau seluruh lokasi.

Karena itu, petugas mengulur selang hingga ke titik api dengan kebutuhan mencapai sekitar 20 rol.

Proses ini membutuhkan tambahan tenaga dan koordinasi agar pasokan air tetap tersedia selama pemadaman berlangsung.

“Kami harus menggelar selang cukup panjang karena titik kebakaran tidak memiliki akses jalan. Dibutuhkan banyak selang dan tenaga petugas untuk mengalirkan air sampai ke lokasi,” kata Ifran.

Pada Senin malam, sejumlah titik dilaporkan mulai menunjukkan penurunan aktivitas api.

Meskipun demikian, petugas masih memusatkan penanganan di kawasan jalan hauling karena sekitar 3 titik masih memiliki kobaran yang cukup besar.

BPBD Imbau Warga tak Bakar Sampah

Di tengah penanganan yang masih berlangsung, BPBD Samarinda mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun material lainnya, terutama ketika kondisi lahan kering.

Pembakaran dalam skala kecil sekalipun dapat memicu kebakaran apabila percikan api mengenai benda mudah terbakar.

Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar lahan terbuka yang berdekatan dengan permukiman.

Pencegahan dinilai penting untuk menghindari munculnya titik api baru saat petugas masih berupaya mengendalikan kebakaran yang terjadi.

“Jangan melakukan hal-hal yang tidak perlu, termasuk membakar sampah meskipun dalam jumlah kecil. Hal seperti itu bisa menjadi pemicu kebakaran,” ucap Ifran.

Terkait kondisi personel, Ifran menyampaikan belum menerima laporan adanya anggota BPBD maupun relawan yang mengalami sesak napas selama penanganan pada Senin malam.

Namun, keluhan serupa sempat dialami petugas pada malam sebelumnya.

Ia memastikan personel yang bertugas masih dalam kondisi baik berdasarkan laporan yang diterimanya.

Upaya pemadaman pun terus dilanjutkan untuk mengendalikan kobaran api, sekaligus menekan dampak asap terhadap masyarakat Samarinda.

“Teman-teman masih fit semua. Kami terus berupaya menangani kebakaran ini demi Kota Samarinda, supaya asapnya bisa kita atasi,” ucapnya. (Abi)



Pasang Iklan
Top