
Suasana Arbizz Space di Malam Hari.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Arbizz Space berpeluang menjadi panggung baru bagi pelaku seni dan ekonomi kreatif di Kutai Kartanegara (Kukar). Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar mulai mendorong kolaborasi program untuk mengisi kawasan tersebut dengan kegiatan kreatif agar tidak hanya ramai oleh aktivitas kuliner, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi komunitas lokal.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Dispar Kukar memperluas ruang promosi bagi potensi seni dan budaya daerah. Dengan menghadirkan agenda yang beragam, Arbizz Space diharapkan mampu menawarkan daya tarik tambahan bagi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata di Tenggarong.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan pihaknya melihat peluang besar untuk mengembangkan kawasan tersebut melalui kolaborasi kegiatan yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif.
“Kami menyambut baik keberadaan taman ini karena memang sejalan dengan misi kami dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan pariwisata. Kami siap berkolaborasi dalam bentuk program dan konten kegiatan,” ungkap Zikri, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, ruang publik akan memiliki nilai lebih apabila dilengkapi aktivitas yang mampu menarik pengunjung secara berkelanjutan. Karena itu, Dispar Kukar membuka peluang menghadirkan pertunjukan seni, kegiatan budaya, bazar tematik, hingga festival kreatif dengan melibatkan komunitas setempat.
Salah satu program yang berpotensi diintegrasikan ialah Kimono Kreatif. Program tersebut diharapkan menjadi sarana untuk mempertemukan pelaku kreatif dengan masyarakat sekaligus memberikan kesempatan bagi komunitas lokal untuk menampilkan karya mereka.
“Jika taman ini difungsikan sebagai ruang hiburan dan budaya, program Kimono Kreatif bisa mengisi dengan berbagai aktivitas seni dan budaya yang melibatkan langsung masyarakat,” jelasnya.
Zikri menilai, keterlibatan komunitas menjadi faktor penting dalam membangun karakter Arbizz Space. Dengan memberi ruang bagi berbagai kegiatan kreatif, kawasan ini dapat berkembang menjadi tempat interaksi antara pelaku usaha, seniman, komunitas budaya, dan pengunjung.
Konsep tersebut juga sejalan dengan dorongan Dispar Kukar untuk menjadikan ruang publik sebagai bagian dari pengembangan pariwisata daerah. Artinya, daya tarik sebuah kawasan tidak hanya bertumpu pada fasilitas fisik, tetapi juga pada aktivitas yang berlangsung di dalamnya.
“Bukan hanya tempat nongkrong atau berjualan, taman ini bisa menjadi titik temu antara pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, komunitas budaya, hingga wisatawan lokal dan luar daerah. Ini konsep ruang publik produktif yang selama ini kita dorong,” ujarnya.
Dispar Kukar menyatakan siap memperkuat sinergi dengan perangkat daerah yang bertanggung jawab atas pengelolaan Arbizz Space. Bentuk keterlibatan tersebut dapat berupa kolaborasi program hingga kemungkinan pengelolaan bersama apabila diperlukan.
“Kami siap, apakah sekadar berkolaborasi atau jika memang dibutuhkan bisa dikelola bersama. Intinya, kami ingin taman ini benar-benar hidup dan tidak hanya sekadar dibuka tanpa konten,” tegasnya.
Melalui langkah tersebut, Dispar Kukar berharap Arbizz Space berkembang sebagai ruang kreatif yang memberikan kesempatan bagi komunitas lokal untuk berkarya sekaligus memperkenalkan seni dan budaya Kukar.
"Dan kehadiran agenda yang berkelanjutan diharapkan turut meningkatkan daya tarik kawasan dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah," pungkasnya. (Adv/Dri)