• Sabtu, 17 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



Kepala DPMPTSP Kukar, Alfian Noor, Kamis (15/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
‎
‎
‎‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mengembangkan KukarGo sebagai wadah digital khusus produk dan jasa masyarakat lokal.
‎
‎Tak hanya menjual makanan dan kerajinan, platform ini ke depan juga diarahkan untuk menampung berbagai layanan masyarakat, termasuk ojek hingga jasa pijat.
‎
‎Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor mengatakan, KukarGo dirancang sebagai marketplace lokal yang memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha dan penyedia jasa dari 20 kecamatan di Kukar.
‎
‎Menurutnya, konsep tersebut sengaja dibuat berbeda dengan marketplace nasional.

KukarGo diarahkan menjadi etalase digital yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai produk dan layanan yang berasal dari wilayah Kukar.
‎
‎"Ini sebenarnya sama seperti marketplace lainnya, tetapi KukarGo memang kami buat khusus untuk masyarakat Kukar. Kami sudah petakan dari 20 kecamatan," ujar Alfian kepada KutaiRaya.com, Kamis (15/10/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, sistem KukarGo akan menampilkan produk berdasarkan wilayah.

Misalnya, masyarakat membuka kategori Kecamatan Muara Badak, maka berbagai produk olahan maupun kerajinan dari wilayah tersebut dapat ditemukan dalam platform.
‎
‎Kemudian masyarakat dapat memilih produk yang diinginkan, melihat harganya, lalu terhubung langsung dengan penjual melalui kontak yang tersedia.
‎
‎Konsep tersebut diharapkan dapat membantu produk lokal lebih mudah ditemukan masyarakat, sekaligus memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha yang selama ini harus bersaing dengan produk dari berbagai daerah melalui marketplace berskala nasional.
‎
‎"Kalau di marketplace nasional, produk kita harus bersaing dengan banyak produk lainnya. Di KukarGo, kami atur supaya ketika orang mencari produk dari suatu kecamatan, produk-produk lokal di wilayah itu bisa langsung muncul," ujarnya.
‎
‎Pemkab Kukar juga menyiapkan pengembangan KukarGo agar tidak hanya menjadi tempat pemasaran barang.

Berbagai jenis jasa yang tersedia di masyarakat nantinya dapat dimasukkan ke dalam platform tersebut.
‎
‎Ia menyebutkan, jasa ojek lokal hingga layanan pijat menjadi contoh jasa yang berpotensi dikembangkan melalui KukarGo.
‎
‎"Jadi masyarakat tidak hanya mencari barang, tetapi juga bisa mencari jasa yang dibutuhkan," katanya.
‎
‎Selain memperluas jenis layanan, pemerintah juga berupaya menjaga agar penggunaan KukarGo tetap mudah dan terjangkau.

Pelaku usaha lokal tidak dikenakan biaya untuk menggunakan platform tersebut sebagai wadah promosi dan pemasaran.
‎
‎Saat ini KukarGo masih terus disempurnakan, termasuk pengembangan sistem transaksi dan akses melalui perangkat digital.

Untuk pengguna Android, aplikasi tersebut telah masuk ke Play Store, sedangkan pengembangan untuk pengguna iPhone masih dalam proses koordinasi.
‎
‎Pemerintah juga tengah mengkaji mekanisme pembayaran digital agar transaksi dapat dilakukan dengan aman dan sesuai ketentuan.

Pemkab Kukar melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebelum sistem pembayaran dikembangkan lebih lanjut.
‎
‎Melalui pengembangan berkelanjutan tersebut, Pemkab Kukar berharap KukarGo dapat menjadi rumah digital bagi produk dan jasa lokal sekaligus memperkuat perputaran ekonomi masyarakat di 20 kecamatan. (Adv/Zar)



Pasang Iklan
Top