
Penyaluran bantuan di Kantor Kelurahan Melayu, Jumat (16/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Donasi masyarakat untuk membantu korban kebakaran di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terkumpul mencapai Rp 939.546.000.
Dana yang dihimpun sejak Selasa hingga Kamis tersebut mulai disalurkan kepada warga terdampak berdasarkan hasil pendataan dan kesepakatan bersama.
Penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Kelurahan Melayu, Jumat (16/10/2026).
Lurah Melayu, Muhammad Hafiz mengatakan, penyaluran bantuan diprioritaskan bagi pemilik rumah yang mengalami kerugian material akibat kebakaran.
Berdasarkan kesepakatan musyawarah dan hasil verifikasi, pemilik rumah pribadi yang memenuhi kriteria menerima bantuan sebesar Rp 24 juta per rumah.
"Total donasi yang terkumpul Rp 939.546.000. Setelah kami musyawarahkan, bantuan lebih difokuskan kepada pemilik rumah karena kerugian material yang mereka alami cukup besar," ujarnya.
Ia menjelaskan, pembagian bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kategori bangunan serta status warga yang menempati rumah tersebut.
Dari hasil pendataan, ada 35 bangunan milik pribadi yang masuk dalam kategori penerima bantuan.
Sementara itu, bagi warga yang menyewa atau mengontrak rumah, bantuan diberikan dalam bentuk kompensasi sebesar Rp 3,7 juta per pintu.
Perhitungan tersebut mengacu pada jumlah pintu atau unit sewaan, bukan jumlah kepala keluarga (KK).
Artinya, apabila dalam satu pintu terdapat 2 KK, bantuan tetap dihitung satu unit.
Menurutnya, kompensasi tersebut diharapkan dapat membantu penyewa memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara atau mencari tempat kontrakan baru, setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Selain rumah yang mengalami kerusakan berat, bantuan juga disepakati untuk 4 rumah yang terdampak dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang.
Total bantuan yang dialokasikan untuk kategori tersebut sebesar Rp 1.761.500.
Ia menegaskan, penyaluran dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan kesepakatan bersama agar bantuan dapat diberikan sesuai kondisi warga terdampak.
Ia juga menyampaikan, penerimaan donasi uang tunai maupun bantuan logistik melalui posko di Kelurahan Melayu resmi ditutup pada Jumat pukul 12.00 WITA.
"Total tersebut merupakan hasil pengumpulan sejak Selasa pascakejadian hingga Kamis," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga terdampak di RT 33 Kelurahan Melayu, Ilyas mengaku bersyukur menerima bantuan sebesar Rp 24 juta sebagai pemilik rumah pribadi.
Ia mengatakan, rumahnya hangus terbakar sehingga saat ini dirinya bersama keluarga masih mengungsi di rumah kerabat.
Meski kehilangan tempat tinggal, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah kelurahan dan masyarakat yang telah membantu warga terdampak, baik melalui bantuan uang maupun kebutuhan pokok.
Menurutnya, bantuan sembako yang diterima selama masa penanganan pascakebakaran cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Kami juga berterima kasih kepada pihak kelurahan karena selama ini penyaluran bantuan berjalan lancar dan tidak ada kendala," ujarnya.
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat membantu warga terdampak melewati masa sulit dan kembali menata kehidupan, setelah kehilangan tempat tinggal. (*Zar)