• Rabu, 14 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Penampilan Kesenian Mamanda di SOE.(Dok. Dispar Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Menjaga kesenian tradisional bukan sekadar mempertahankan pertunjukan, tetapi juga memastikan identitas budaya yang melekat di dalamnya tidak hilang ditelan zaman. Hal inilah yang menjadi perhatian Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendorong pelestarian Memanda Panji Berseri.

Salah satu unsur yang menjadi perhatian ialah beladon, yang dikenal sebagai ciri khas Memanda Panji Berseri di Kukar. Keunikan tersebut dinilai perlu terus diperkenalkan agar masyarakat mengenali karakter kesenian lokal yang berkembang di daerahnya.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan Memanda merupakan kesenian yang terbentuk dari perpaduan sejumlah unsur seni. Meski memiliki pengaruh dari kesenian daerah lain, terutama Kalimantan Selatan (Kalsel), Memanda yang berkembang di Kukar mempunyai karakteristik tersendiri.

“Memanda di sini memiliki ciri khas tersendiri, yaitu beladon. Beladon itulah yang menjadi ciri khas Memanda Panji Berseri,” ujar Zikri, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, kekhasan tersebut harus menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian. Sebab, keberlangsungan seni tradisional tidak hanya bergantung pada keberadaan kelompok kesenian, tetapi juga pada kemampuan menjaga ciri pembeda yang menjadi identitasnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Dispar Kukar memberikan ruang bagi pelaku seni agar Memanda Panji Berseri kembali mendapat kesempatan tampil di hadapan masyarakat.

Dukungan dilakukan melalui penyediaan tempat dan fasilitasi pertunjukan, sekaligus membuka peluang kolaborasi antarpelaku seni.

“Dispar mendukung melalui kolaborasi dengan menyediakan tempat dan memfasilitasi mereka untuk tampil, sehingga para pelaku seni bisa berinteraksi melalui pertunjukan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, penelitian mengenai strategi pengembangan Memanda juga tengah dilakukan untuk mencari pendekatan yang tepat dalam mengangkat kembali kesenian tersebut. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pelestarian yang berkelanjutan.

Zikri menilai, munculnya pembahasan mengenai asal-usul Memanda yang dikaitkan dengan Kalsel dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kesenian tradisional Kukar.

“Yang jelas, mereka sedang melakukan penelitian mengenai bagaimana cara mengangkat kembali kesenian Memanda agar bisa eksis,” katanya.

Dispar Kukar berharap keterlibatan pemerintah, peneliti, dan pelaku seni dapat memperkuat keberadaan Memanda Panji Berseri. Melalui pertunjukan yang berkelanjutan dan pengenalan karakteristik khasnya, kesenian ini diharapkan tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top