• Senin, 12 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



Camat Tenggarong Seberang, Sukono, Minggu (11/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)‎

‎
‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kecamatan Tenggarong Seberang memprioritaskan pembangunan konektivitas antarwilayah dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rencana pembangunan tahun 2027.
‎
‎Prioritas tersebut menjadi bagian dari ratusan usulan masyarakat dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
‎
‎Camat Tenggarong Seberang, Sukono mengatakan, proses perencanaan pembangunan tahun 2027 telah menghasilkan berbagai rumusan usulan dari 18 desa dan satu desa persiapan di wilayahnya.
‎
‎Usulan tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai dari infrastruktur, ekonomi, sosial hingga kebudayaan.
‎
‎Menurutnya, seluruh usulan tersebut menjadi gambaran kebutuhan masyarakat yang perlu diperjuangkan agar dapat masuk dalam program pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar).
‎
‎"Alhamdulillah, dari 18 desa dan satu desa persiapan, sudah dihasilkan rumusan rencana pembangunan untuk tahun 2027. Usulan itu mencakup infrastruktur, ekonomi, sosial dan budaya, sesuai dengan kebutuhan serta porsi yang telah ditentukan," ujar Sukono, Minggu (11/10/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, jumlah usulan pembangunan yang dihimpun mencapai lebih dari 500 usulan.

Banyaknya aspirasi tersebut menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap pemerataan pembangunan di wilayah Tenggarong Seberang.
‎
‎Dari berbagai kebutuhan yang disampaikan, konektivitas antarwilayah dan antardesa menjadi salah satu perhatian utama.

Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, serta mempermudah akses terhadap pelayanan publik.
‎
‎Menurutnya, pembangunan yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya perlu mendapat perhatian agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Konektivitas yang baik juga diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat.
‎
‎"Yang jelas, konektivitas antarwilayah dan antardesa menjadi prioritas utama bagi masyarakat. Kami berharap pembangunan yang direncanakan nantinya bisa memberikan manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat Tenggarong Seberang," ucapnya.
‎
‎Dalam proses tersebut, pemerintah kecamatan memiliki peran untuk mengawal dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki kewenangan sesuai bidangnya.
‎
‎Ia mengemukakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan OPD terkait agar usulan yang telah dirumuskan dapat dipertimbangkan dalam penyusunan program pembangunan Kabupaten Kukar tahun 2027.
‎
‎Upaya ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat tidak berhenti sebatas usulan, tetapi dapat diperjuangkan sesuai prioritas, kemampuan anggaran, dan ketentuan yang berlaku.
‎
‎Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah kecamatan juga memberi perhatian terhadap pengembangan UMKM.

Menurutnya, kegiatan perdagangan dan usaha masyarakat di Tenggarong Seberang terus berkembang, sehingga perlu didukung agar mampu meningkatkan perekonomian lokal.
‎
‎Di masing-masing desa, ada potensi dan produk unggulan yang dapat dikembangkan.

Sehingga dukungan terhadap pelaku UMKM menjadi salah satu upaya untuk memperluas peluang usaha, meningkatkan pemasaran produk, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
‎
‎Pemerintah kecamatan berharap pembangunan infrastruktur dan pengembangan UMKM dapat berjalan beriringan.

Infrastruktur yang memadai akan membantu aktivitas usaha, sedangkan UMKM yang berkembang dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. (Adv/Zar)



Pasang Iklan
Top