
Ketua Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Ouang Dorham saat membagikan masker ke pengendara Samarinda. Sabtu (10/10/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda bersama Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS).
Keduanya turun langsung membagikan masker kepada warga di sekitar lapas dan keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Sabtu (10/10/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat mengurangi risiko paparan asap dan debu yang dapat mengganggu kesehatan, terutama ketika kualitas udara terdampak karhutla.
Kegiatan ini melibatkan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, pejabat struktural Eselon IV dan V, staf, serta anggota PIPAS.
Masker dibagikan secara langsung kepada masyarakat sekitar dan keluarga WBP yang datang untuk menjenguk kerabat mereka.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Puang Dirham mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk perhatian jajaran pemasyarakatan terhadap kondisi kesehatan masyarakat di lingkungan sekitar.
“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang berpotensi terdampak asap dan debu akibat karhutla. Kami ingin kehadiran lapas juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Puang.
Menurutnya, perlindungan kesehatan perlu menjadi perhatian bersama, terlebih ketika kondisi udara berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan.
Penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.
“Kami berharap masker yang dibagikan dapat membantu masyarakat lebih waspada dalam menjaga kesehatan. Meski sederhana, langkah ini menjadi bagian dari upaya kami untuk saling peduli di tengah kondisi yang ada,” katanya.
Selain menyasar masyarakat sekitar, pembagian masker juga ditujukan kepada keluarga WBP yang sedang menjalani kunjungan di lapas.
Hal ini menjadi bentuk perhatian agar keluarga yang datang tetap mendapatkan dukungan dalam menjaga kesehatan selama beraktivitas.
Keterlibatan PIPAS dalam kegiatan tersebut turut memperkuat peran organisasi dalam menumbuhkan kepedulian sosial.
Tidak hanya mendukung kegiatan di lingkungan pemasyarakatan, PIPAS juga mengambil bagian dalam aksi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi pembagian masker, tetapi juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Kepedulian bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara langsung,” ucap Kalapas.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda bersama PIPAS berharap hubungan dengan masyarakat dan keluarga WBP semakin erat.
Aksi sosial tersebut sekaligus menjadi dorongan agar kesadaran menjaga kesehatan terus tumbuh di tengah ancaman paparan asap karhutla.
“Kami berkomitmen untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dan berupaya menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya, sinergi antara jajaran pemasyarakatan, PIPAS, keluarga WBP, dan warga sekitar dapat terus terjaga,” tuturnya. (Abi)