• Kamis, 08 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Acara Open Mic Stand Up Comedy Tenggarong.(Foto: Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Komunitas Stand Up Comedy Tenggarong kembali menunjukkan geliatnya melalui kegiatan open mic yang digelar di Haha Cafe, Rabu (7/10/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para komika untuk mengasah materi sekaligus memperluas minat masyarakat terhadap seni komedi tunggal di Kutai Kartanegara (Kukar).

Ketua Komunitas Stand Up Comedy Tenggarong, Muhammad Zakaria Alfarizi mengatakan antusiasme penonton dalam kegiatan tersebut cukup menggembirakan. Bahkan, sejumlah penonton datang dari luar daerah, termasuk Samarinda.

"Alhamdulillah, saya senang dengan banyaknya penonton yang hadir. Ada juga beberapa orang dari Samarinda. Harapannya ke depan bukan hanya dari Samarinda, tetapi masyarakat Tenggarong sendiri semakin banyak yang ikut menonton," ujarnya.

Menurutnya, perkembangan komunitas dalam beberapa bulan terakhir juga menunjukkan tren positif. Sejumlah anggota baru yang bergabung sekitar tiga bulan bahkan telah mampu menyiapkan materi komedi berdurasi sekitar lima menit.

Saat ini, terdapat sekitar 14 anggota yang telah terdaftar dalam komunitas. Selain anggota aktif, komunitas juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang ingin mencoba stand up comedy, termasuk mereka yang ingin belajar berbicara di depan publik maupun sekadar menyampaikan pengalaman dan keresahan melalui komedi.

Kegiatan open mic sendiri direncanakan berlangsung rutin setiap Rabu malam. Acara biasanya dimulai sekitar pukul 20.00 Wita dan terbuka bagi siapa saja yang ingin mencoba tampil.

"Kami terbuka untuk umum. Misalnya ada yang ingin belajar public speaking atau hanya ingin menyampaikan keluh kesah, bisa disampaikan melalui open mic. Untuk usia juga terbuka, mulai SMP, SMA hingga mahasiswa," katanya.

Meski terus berkembang, komunitas masih menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi kehadiran komika maupun penonton. Dalam beberapa kegiatan, jumlah penampil dapat mencapai lima hingga enam orang, sementara penonton yang hadir terkadang masih terbatas beberapa meja.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat komunitas untuk tetap menggelar open mic. Ke depan, mereka berharap Stand Up Comedy dapat semakin dikenal hingga ke berbagai wilayah di Kukar, tidak hanya di Tenggarong.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Zikri Umulda, mengatakan pihaknya telah lama memperhatikan keberadaan komunitas Stand Up Comedy Tenggarong.

Menurut Zikri, komunitas tersebut sempat mengalami kevakuman sebelum kembali aktif berkarya dan mendapatkan perhatian dari Dispar Kukar. Bahkan, pihaknya telah beberapa kali menyaksikan langsung kegiatan open mic yang digelar komunitas tersebut.

"Memang komunitas ini sudah lama kami perhatikan. Sempat vakum, kemudian mulai kembali berkarya dan mendapat atensi dari kami. Mereka juga tumbuh secara mandiri tanpa pembiayaan APBD, sehingga kami sangat mengapresiasi semangat komunitas ini," kata Zikri.

Dispar Kukar, lanjutnya, tengah menyiapkan sejumlah skema untuk mendorong perkembangan komunitas tersebut. Salah satunya melalui penguatan kapasitas dan materi komedi agar para komika memiliki karya yang semakin solid serta mampu menarik minat penonton untuk kembali menyaksikan pertunjukan.

Zikri menyebut Stand Up Comedy sebagai salah satu bentuk ekonomi kreatif yang memiliki karakteristik tersendiri karena materi yang dibawakan membutuhkan kreativitas, pengamatan, dan riset.

"Ini komunitas yang saya bilang komedi cerdas. Ketika mengeluarkan materi, mereka pasti melakukan riset. Kami ingin komunitas ini bisa berkembang lagi di Tenggarong," jelasnya.

Selain penguatan komunitas yang sudah ada, Dispar Kukar juga menyiapkan strategi regenerasi melalui program Ekraf Goes to School yang direncanakan mulai dikembangkan pada 2027.

Program tersebut akan melibatkan berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari film, fotografi, tari, musik hingga komedi. Para pelaku ekraf nantinya akan masuk ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan berbagai bidang kreatif sekaligus mencari bibit-bibit baru.

"Kami mencoba skema menggabungkan Ekraf Goes to School untuk mencari bibit-bibit di sekolah. Nanti beberapa subsektor, seperti film, fotografi, tari dan musik, akan turun bersama-sama ke sekolah untuk mencari bibit baru," ungkapnya.

Melalui penguatan komunitas dan regenerasi sejak usia sekolah, Dispar Kukar berharap ekosistem ekonomi kreatif di daerah dapat terus berkembang. Stand Up Comedy Tenggarong pun diharapkan menjadi salah satu wadah yang mampu melahirkan komika baru sekaligus memperkaya pilihan hiburan berbasis kreativitas lokal di Kukar. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top