• Rabu, 07 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Objek Wisata Puncak Bukit Biru, Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong kelompok sadar wisata (Pokdarwis) agar aktif menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan destinasi dan potensi pariwisata di daerah.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Muhammad Sadli, mengatakan saat ini terdapat sekitar 69 hingga 70 Pokdarwis yang tercatat dan sebagian di antaranya masih aktif menjalankan kegiatan kepariwisataan.

Menurutnya, Dispar Kukar terus menjaga komunikasi dengan Pokdarwis melalui berbagai saluran, termasuk grup WhatsApp sebagai sarana koordinasi dan berbagi informasi.

"April lalu kami juga pernah melakukan koordinasi melalui Zoom. Sifatnya sharing session, berdiskusi mengenai kondisi Pokdarwis yang ada sekarang," ujar Sadli Selasa (6/10/2026).

Ia menjelaskan, upaya mengaktifkan Pokdarwis tidak dapat dilakukan hanya dengan pendekatan dari pemerintah. Keberlanjutan kelompok tersebut sangat bergantung pada komitmen dan tujuan awal masing-masing Pokdarwis dalam mengembangkan potensi wisata di wilayahnya.

"Namanya kelompok sadar wisata, tidak bisa dipaksakan. Kami tetap mendorong dan memonitor, tetapi kembali kepada kelompoknya masing-masing. Tujuan awal mereka membentuk Pokdarwis itu untuk apa," jelasnya.

Sadli menilai, Pokdarwis idealnya tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi. Lebih dari itu, kelompok tersebut diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dalam menggerakkan masyarakat dan mengembangkan potensi wisata lokal.

Karena itu, Dispar Kukar saat ini memilih memaksimalkan Pokdarwis yang sudah aktif. Dari kelompok yang berjalan tersebut, pemerintah dapat melihat praktik yang telah dilakukan sekaligus menjadi pembelajaran bagi kelompok lain yang masih menghadapi kendala.

"Lebih baik jumlahnya tidak terlalu banyak, tetapi yang aktif benar-benar bisa bekerja dan berkembang. Kami maksimalkan yang aktif dulu, kemudian nanti terus kami dorong yang lainnya," katanya.

Untuk memastikan perkembangan destinasi, Dispar Kukar juga melakukan monitoring dan meminta laporan secara berkala. Pokdarwis yang telah mengelola objek wisata dan menerima kunjungan wisatawan melaporkan data kunjungan setiap bulan kepada bidang pemasaran.

Sementara itu, bidang pengembangan destinasi dan usaha pariwisata meminta laporan setiap tiga bulan. Laporan tersebut tidak hanya memuat jumlah kunjungan, tetapi juga berbagai persoalan yang dihadapi Pokdarwis serta kegiatan yang telah dilakukan selama periode tersebut.

"Setiap tiga bulan kami minta laporan. Bukan hanya soal kunjungan, tetapi apa permasalahannya, kendalanya, dan apa saja yang sudah mereka lakukan selama tiga bulan," terang Sadli.

Ia mengakui kondisi ekonomi dan perubahan musim turut memengaruhi tingkat kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di Kukar. Berdasarkan laporan Pokdarwis, beberapa objek wisata mengalami penurunan kunjungan.

Namun, kondisi tersebut tidak terjadi secara merata karena karakter setiap destinasi berbeda. Sejumlah objek wisata yang memiliki pasar khusus, terutama yang menyasar wisatawan muda, masih menunjukkan aktivitas kunjungan.

Salah satunya destinasi Bukit Biru di Desa Sumber Sari. Sadli menyebut destinasi tersebut memiliki karakter wisata minat khusus yang banyak diminati kalangan anak muda sehingga kunjungan masih berlangsung meskipun terdapat perubahan kondisi ekonomi dan musim.

Dispar Kukar juga terus melakukan evaluasi terhadap kondisi destinasi melalui kunjungan lapangan. Dalam salah satu kegiatan survei bersama tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Dispar Kukar turut melihat langsung aktivitas wisatawan di sejumlah destinasi.

Di lapangan, evaluasi dilakukan dengan mewawancarai pengunjung dan menyebarkan kuesioner untuk mengetahui pengalaman, kebutuhan, serta penilaian wisatawan terhadap destinasi yang dikunjungi.

"Jadi kami tidak hanya melihat dari laporan. Saat turun ke lapangan, kami juga bisa bertanya langsung kepada pengunjung melalui wawancara dan kuesioner," pungkasnya. (Adv/Zar)



Pasang Iklan
Top