
Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri, saat menghadiri pembukaan Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5. Selasa (06/10/2026).(Foto: Dok. Humas Pemkot Samarinda)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendorong masyarakat memperkuat keterampilan dan kompetensi agar tidak hanya bergantung pada peluang sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Pesan ini disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, saat membuka secara resmi Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 Tahun Anggaran 2026 di Aula Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, Jalan Pangeran Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang.
Sebanyak 272 peserta mengikuti program pelatihan tersebut.
Dari jumlah itu, sekitar 82 persen merupakan warga Kota Samarinda.
Saefuddin mengatakan, pelatihan vokasi tidak semestinya dipandang hanya sebagai kegiatan untuk memperoleh keterampilan teknis.
Lebih dari itu, pelatihan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri, sekaligus membuka peluang baru.
“Pelatihan ini bukan sekadar proses belajar keterampilan, tetapi menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan membuka peluang baru,” ujar Saefuddin, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, kemampuan teknis harus dibarengi dengan karakter dan etos kerja.
Sebab, dunia kerja membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki keahlian, tetapi juga mampu menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab dan kemampuan bekerja dalam tim.
“Dunia kerja membutuhkan SDM yang disiplin, bertanggung jawab, jujur, mampu bekerja sama, komunikatif, serta memiliki kemauan untuk terus belajar dan berkembang,” katanya.
Maka itu, Saefuddin meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius hingga selesai.
Ia juga mengingatkan peserta agar aktif selama proses pembelajaran dan tidak ragu mengembangkan kemampuan melalui pengalaman baru.
“Jangan takut bertanya, jangan takut mencoba, dan jangan berhenti belajar karena perubahan dunia kerja menuntut kemampuan untuk terus berkembang,” tuturnya.
Pemkot Samarinda, lanjut Saefuddin, berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan setelah pelatihan berakhir.
Kompetensi tersebut diharapkan menjadi modal untuk memasuki dunia kerja, sekaligus membangun usaha secara mandiri.
“Pemkot Samarinda mendorong masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan keterampilan, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar, setiap orang memiliki peluang untuk membangun masa depan yang lebih mandiri dan produktif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPVP Samarinda, Eka Cahyana Adi mengatakan, Batch 5 tahun ini mencakup 17 program pelatihan dengan bidang keterampilan yang beragam.
Program ini mencakup keterampilan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang usaha, mulai dari bidang alat berat, otomotif, jasa, teknologi hingga keterampilan kreatif.
Beberapa di antaranya, yakni pelatihan operator ekskavator, operator forklift, mekanik alat berat, servis sepeda motor sistem injeksi dan pengelasan.
Selain keterampilan teknis, BPVP Samarinda juga membuka pelatihan pembuatan kue, tata rias wajah, komputer, pembuatan konten media sosial, hidroponik, barbershop hingga menjahit.
Eka menjelaskan, peserta tidak hanya memperoleh pembelajaran dan praktik sesuai bidang yang dipilih.
Setelah mengikuti program, peserta juga mendapatkan sertifikat sebagai bukti telah mengikuti pelatihan.
“Para peserta juga akan mendapatkan sertifikat pelatihan dari Kementerian Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Selain sertifikat pelatihan, peserta juga berkesempatan memperoleh sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sesuai bidang pelatihan yang diikuti. (Abi)