
Pemukulan Gendang, tanda Pariwisata Fest 2026 dimulai.(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Peringatan Hari Pariwisata Dunia di Kalimantan Timur tahun ini dimeriahkan dengan gelaran Pariwisata Fest 2026. Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim mengemas kegiatan tersebut dalam bentuk mini expo selama 10 hari di Mal Lembuswana Samarinda, mulai 25 September hingga 4 Oktober 2026.
Kepala Dispar Kaltim, Muhammad Faisal mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wadah agar mempertemukan berbagai pelaku serta pemangku kepentingan sektor pariwisata di Benua Etam. Selain pameran, sejumlah kegiatan juga disiapkan untuk menarik keterlibatan masyarakat.
“Mini expo ini kami laksanakan selama 10 hari sebagai bagian dari perayaan Hari Pariwisata Dunia di Mal Lembuswana. Karena kapasitas yang tersedia terbatas, hanya ada 20 stand yang diisi stakeholder pariwisata di Kaltim,” ujar Faisal, Jumat (25/9/2026).
Sebanyak 20 stand tersebut diisi pelaku dari berbagai sektor yang berkaitan dengan industri pariwisata. Mulai dari asosiasi perjalanan wisata, perhotelan, pengelola destinasi, kuliner, kriya hingga instansi pemerintahan.
Sejumlah peserta yang ambil bagian di antaranya ASITA, IHGMA, IWAPI, ASTINDO, Samarinda Theme Park, Rumah Ulin Arya, Hesandra dan Ecologico Cafe.
Sementara dari unsur pemerintah, terdapat Dispar Kaltim, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Tim Percepatan Pengembangan Maratua. RS Hermina dan Kaltim Energy juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Pariwisata Fest 2026 tidak hanya menyuguhkan pameran. Beragam agenda akan berlangsung di panggung festival, mulai dari lomba storytelling pariwisata bagi pelajar dan mahasiswa, perlombaan tari, fashion show, talkshow hingga workshop.
Ia menjelaskan, lomba storytelling memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperkenalkan destinasi wisata di Kalimantan Timur melalui kemampuan bercerita.
“Peserta nantinya akan menceritakan salah satu objek wisata yang ada di Kaltim. Selain itu, ada juga lomba tari, fashion show serta sejumlah perlombaan lainnya,” ungkapnya.
Sejumlah agenda lain turut melengkapi rangkaian festival, antara lain workshop masakan khas Kaltim, Talkshow Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Bincang Objek Pariwisata Unggulan Kaltim, workshop drum band, workshop konten kreator dan seminar kesehatan.
Kegiatan yang menggabungkan pariwisata dengan kebugaran juga disiapkan selama festival, di antaranya Zumba dan Poundfit.
Melalui rangkaian tersebut, Dispar Kaltim berharap masyarakat semakin mengenal kekayaan destinasi dan potensi industri pariwisata yang dimiliki daerah.
Dirinya pun mengajak masyarakat datang langsung dan memanfaatkan rangkaian acara selama 10 hari tersebut agar melihat lebih dekat berbagai potensi pariwisata Benua Etam.
“Kami mengajak masyarakat datang dan menyaksikan Pariwisata Fest 2026 sebagai bagian dari perayaan Hari Pariwisata Dunia di Kaltim. Kegiatannya berlangsung mulai hari ini, 25 September sampai 4 Oktober di Mal Lembuswana Samarinda,” pungkasnya. (*Yud)