
Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal menyampaikan saat konprensi pers.(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memeriahkan rangkaian Hari Pariwisata Dunia 2026. Agenda tersebut mulai dari aksi serentak membersihkan destinasi wisata hingga penyelenggaraan Mahakam Mask Carnival.
Aksi bersih-bersih destinasi wisata dijadwalkan berlangsung serentak di kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur pada Jumat (25/9/2026). Sementara Mahakam Mask Carnival akan digelar pada Minggu (27/9/2026).
Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, rangkaian kegiatan tidak hanya diarahkan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang promosi pariwisata dan ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap destinasi wisata.
Menurutnya, salah satu agenda yang disiapkan adalah mini expo pariwisata dengan melibatkan sekitar 20 tenant. Pameran tersebut akan berlangsung selama kurang lebih 10 hari dan dibarengi beragam kegiatan setiap harinya.
“Setiap hari nantinya ada kegiatan. Jadi bukan hanya pameran, tetapi ada berbagai rangkaian acara yang berkaitan dengan pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Dispar Kaltim juga menyiapkan lomba storytelling pariwisata yang dapat diikuti pelajar maupun mahasiswa. Peserta didorong mengangkat potensi destinasi dan kekayaan pariwisata melalui konten kreatif.
Selain itu, rangkaian kegiatan akan diisi pembahasan mengenai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dari berbagai perspektif, termasuk budaya dan potensi kawasan. Dispar Kaltim juga berupaya memperluas pemahaman mengenai geopark kepada kalangan pendidik, khususnya guru sejarah, sehingga informasi mengenai kekayaan geologi dan budaya Kaltim dapat diteruskan kepada pelajar.
Ia mengatakan, masih banyak potensi dan informasi mengenai kawasan geopark yang belum diketahui masyarakat secara luas. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus memperkuat promosi.
Rangkaian Hari Pariwisata Dunia juga akan diramaikan kegiatan wisata berbasis komunitas, termasuk gowes wisata. Konsepnya menggabungkan aktivitas bersepeda dengan kunjungan ke sejumlah destinasi sehingga peserta tidak sekadar berolahraga, tetapi juga mengenal potensi wisata daerah.
Sementara itu, Sekretaris Dispar Kaltim Restiawan Baihaqi berharap masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan. Menurutnya, Mahakam Mask Carnival menjadi salah satu agenda yang menarik karena konsep festival topeng atau masker dalam bentuk karnaval masih relatif baru di Kalimantan Timur.
“Semoga masyarakat bisa menikmati kegiatan ini. Sepertinya kegiatan dengan konsep festival mask seperti ini belum pernah dilaksanakan di Kaltim,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan pariwisata juga akan diarahkan agar memperkenalkan destinasi yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim Awang Khalik mengatakan, Mahakam Mask Carnival melibatkan berbagai kelompok dan paguyuban yang akan menampilkan kreativitas melalui kostum, tata rias, musik hingga atraksi budaya.
Menurutnya, antusiasme peserta cukup tinggi. Sejumlah komunitas bahkan secara mandiri menyiapkan berbagai perlengkapan untuk tampil dalam karnaval.
“Teman-teman paguyuban sangat antusias. Mereka bisa berkreasi mulai dari pakaian, make up, musik sampai kreativitas yang akan ditampilkan,” tukasnya.
Pelaksanaan karnaval direncanakan dimulai sekitar pukul 06.30 WITA. Peserta akan berjalan mengikuti rute yang telah disiapkan sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan menjelang siang.
Dispar Kaltim berharap rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan Hari Pariwisata Dunia, tetapi juga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga destinasi, memperkenalkan kekayaan budaya, serta memperkuat promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Kalimantan Timur. (*Yud)