• Selasa, 22 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Para peserta mencoba praktik face painting.(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur mendorong pengembangan keterampilan face painting atau seni lukis wajah sebagai salah satu peluang usaha di sektor ekonomi kreatif sekaligus pendukung kegiatan pariwisata.
Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Face Painting yang digelar di Temindung Creative Hub, Samarinda, selama dua hari, 22-23 September 2026.

Sebanyak 30 peserta dari Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kutai Kartanegara (Kukar) mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari komunitas ekonomi kreatif subsektor seni rupa serta masyarakat umum yang memiliki minat dan potensi di bidang face painting.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal mengatakan, perkembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif membuka ruang semakin luas bagi munculnya berbagai keterampilan dan kreativitas baru yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Salah satunya adalah face painting yang dapat diaplikasikan pada berbagai kegiatan, mulai dari festival, parade, pertunjukan seni, promosi destinasi wisata, festival budaya hingga kegiatan wisata bagi anak dan keluarga.

“Face painting memiliki ruang yang cukup luas untuk dikembangkan. Tidak hanya sebagai bentuk kreativitas seni, tetapi juga dapat menjadi jasa yang mendukung berbagai event dan aktivitas di destinasi wisata,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, Bimtek Face Painting menjadi bagian dari upaya Dispar Kaltim meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor seni rupa.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong tidak hanya menguasai teknik melukis wajah, tetapi juga mampu mengeksplorasi kekayaan budaya, alam, flora dan fauna, cerita rakyat serta berbagai identitas lokal Kalimantan Timur sebagai inspirasi karya.

Dirinya mencontohkan burung enggang, hutan Kalimantan, Sungai Mahakam, kehidupan masyarakat hingga cerita rakyat dapat diterjemahkan menjadi desain face painting yang memiliki karakter khas daerah.

“Peserta tidak hanya diharapkan belajar teknik, tetapi juga bagaimana mencari ide dan menerjemahkan identitas daerah menjadi karya face painting yang menarik, berkesan, serta memiliki cerita,” ungkapnya.

Keterampilan tersebut, juga memiliki peluang agar dikolaborasikan dengan berbagai sektor. Pelaku face painting dapat membangun kerja sama dengan fotografer, event organizer, hotel, pengelola destinasi wisata, sanggar seni maupun pelaku ekonomi kreatif lainnya.

Karena itu, ia berharap peserta tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan. Mereka didorong membangun jejaring dan komunitas, memperkuat portofolio serta mencari ruang agar menerapkan keterampilan yang diperoleh pada berbagai kegiatan.

“Harapannya, setelah Bimtek ini peserta terus mengembangkan kemampuan, memperkaya ide, membangun jejaring dan menghasilkan karya yang memiliki identitas serta mengangkat kearifan budaya Kalimantan Timur,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan SDM Industri Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Dahlia mengatakan, Bimtek tersebut dirancang agar meningkatkan kemampuan peserta dalam menciptakan desain face painting yang kreatif dan sesuai dengan kebutuhan berbagai kegiatan.

Selain peningkatan keterampilan, peserta diberikan pemahaman mengenai potensi face painting sebagai jasa kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

“Bimtek ini juga diarahkan untuk membuka wawasan peserta bahwa keterampilan face painting dapat dikembangkan menjadi peluang usaha, sekaligus mendorong terbentuknya jejaring komunitas yang dapat membuka peluang kerja sama dengan sektor pariwisata maupun penyelenggara event,” kata Dahlia.

Menurutnya, jejaring tersebut penting agar para pelaku dapat terhubung dengan pengelola destinasi, komunitas, dunia usaha, penyelenggara kegiatan serta pelaku industri pariwisata lainnya.

Pelaksanaan Bimtek memadukan materi teori dengan praktik langsung. Dua narasumber, Nadya Pradita dan Primayudha Amrullah, dihadirkan untuk memberikan pembekalan kepada peserta.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan face painting dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif, penggunaan alat dan bahan serta aspek kebersihan, pembuatan sketsa, eksplorasi ide dan konsep desain hingga teknik dasar melukis wajah.

Peserta juga mempelajari cara menentukan karakter, proporsi, ekspresi dan komposisi warna, serta pengembangan face painting sebagai produk kreatif yang mengangkat identitas dan kearifan budaya Kalimantan Timur.

Selain paparan dan diskusi, peserta mengikuti praktik pembuatan face painting untuk kebutuhan properti event, festival, pertunjukan dan pawai, termasuk konsep yang dapat diterapkan dalam kegiatan wisata anak dan keluarga.

Dispar Kaltim berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan pelaku-pelaku kreatif dengan keterampilan yang tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru serta memperkuat daya tarik kegiatan pariwisata di Kalimantan Timur. (*Yud)



Pasang Iklan
Top