• Selasa, 22 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifany, Senin (21/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya menjaga produksi padi di tengah kondisi kemarau yang berdampak terhadap sejumlah lahan pertanian.

Sejumlah sawah yang sebelumnya mendapat dukungan pompa air mulai memasuki masa panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Rifany mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menyelamatkan tanaman padi, sekaligus menjaga target panen pada 2026.

Salah satu wilayah yang mulai menunjukkan hasil datang dari Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Di wilayah tersebut, lahan pertanian seluas sekitar 208 hektare yang sebelumnya mendapat dukungan pompa telah memasuki masa panen.

"Kalau targetnya memang di beberapa tempat ada yang mau panen. Lokasi-lokasi yang kita support pompa kemarin, misalnya di Desa Kerta Buana, insyaallah sudah panen," ujar Rifany kepada KutaiRaya.com, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, Pemkab Kukar masih menyiapkan sejumlah lokasi untuk pelaksanaan panen secara simbolis bersama Bupati Kukar.

Panen ini akan dilakukan di wilayah yang menjadi bagian dari upaya pemerintah menyelamatkan tanaman padi dari dampak kemarau.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian, antara lain Kerta Buana di Tenggarong Seberang, kemudian kawasan Marangkayu yang meliputi Desa Sebuntal dan Semangko.

Selain itu, Kecamatan Anggana juga menjadi salah satu daerah yang sebelumnya mendapat perhatian dalam upaya penyelamatan tanaman padi.

Ia mengemukakan, kondisi kemarau memang memberikan pengaruh terhadap produktivitas pertanian.

Hasil panen di sejumlah wilayah diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal.

Namun, pemerintah tetap berupaya agar tanaman yang masih bisa diselamatkan dapat menghasilkan produksi.

"Menurun, tapi tidak terlalu. Yang penting tidak sampai puso saja," ujarnya.

Puso merupakan kondisi ketika tanaman pertanian mengalami gagal panen karena terdampak faktor tertentu, termasuk kekurangan air.

Maka itu, pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipasi agar dampak kemarau terhadap lahan pertanian tidak semakin meluas.

Terkait total luas lahan yang berhasil dipanen pada 2026, ia mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan.

Pemerintah belum dapat memastikan angka keseluruhan karena proses panen masih berlangsung di sejumlah wilayah.

"Belum kita hitung, karena ini masih berproses. Kita lihat nanti berapa yang panen dan berapa hektare," katanya.

Di sisi lain, Pemkab Kukar juga telah mendata adanya lahan yang mengalami gagal panen akibat kondisi kemarau, salah satunya di Kecamatan Loa Janan.

Ia menyebutkan dari sekitar 87 hektare lahan yang telah terdata di salah satu wilayah tersebut, terdapat sekitar 9 hektare yang mengalami gagal panen.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena sektor pertanian merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat Kukar.

Melalui dukungan sarana pengairan, pendampingan petani dan pemantauan kondisi lahan, Pemkab Kukar berupaya agar produksi padi tetap berjalan meski menghadapi tantangan musim kemarau.

Sementara itu, Kepala Desa Kerta Buana, I Dewa Ketut Adi Basuki mengemukakan, dukungan pemerintah melalui bantuan pompa air sangat membantu petani dalam menghadapi kondisi kemarau.

"Dengan adanya bantuan pompa dari pemerintah, tentu sangat membantu petani kami. Karena di tengah kondisi kemarau seperti sekarang, kebutuhan air untuk tanaman padi menjadi salah satu tantangan utama," ujarnya.

Ia menuturkan dukungan tersebut turut membantu menjaga tanaman padi hingga memasuki masa panen.

Para petanipun tetap berupaya merawat tanaman agar hasil produksi yang diperoleh dapat maksimal, meskipun kondisi cuaca kurang mendukung.

"Alhamdulillah, tanaman padi yang ada bisa diselamatkan dan sekarang sudah masuk panen. Tentu kami berharap hasilnya tetap baik dan bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat," tuturnya. (Adv/Zar)



Pasang Iklan
Top